Takut dan Harap

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3274
Sabtu, 24 Zulkaidah 1445

Takut dan Harap
Saudaraku, di samping syukur dan sabar, sebagaimana telah diingatkan dalam  muhasabah yang baru lalu, dalam Islam kita juga dituntun untuk khauf dan raja', takut dan harap. Sebagaimana halnya bersyukur dan bersabar, maka takut dan harap juga tidak ada batasnya.  Karena tidak ada batasnya, maka tidak semua orang bisa benar-benar memadu antara takut dan harap. apalagi mengistikamahinya, terus menerus, di manapun, kapanpun dan dalam suasana yang bagaimanapun. Inilah mengapa baik untuk takut maupun untuk berharap akan terus merupakan ujian yang musti direngkuh oleh orang-orang beriman. 

Kita merasa was-was, khawatir dan takut jangan-jangan semua amal baik yang telah kita lakukan terselip unsur riya sehingga berpotensi tidak diterima oleh Allah. Dengan kekhawatiran ini kita terus berikhtiar untuk ikhlas dan Istikamah dalam beramal baik. Tetapi pada waktu yang sama kita juga berharap semua amal baik yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah dan dianugrahi keberkahan karenanya. 

Lebih dari itu, kita juga khawatir, takut bahwa amal baik yang kita lakukan itu belum cukup untuk sekedar masuk surga tingkat paling rendah sekalipun, tetapi juga senantiasa berharap kepada Allah untuk melipatgandakan keberkahannya sehingga menjadi layak berbahagia (baca masuk surga) 

Kita juga pernah berlaku maksiat dan dosa tapi kita juga sudah melakukan taubat nasuha karena Allah ta'ala. Meski demikian kita masih terselip rasa was-was dan khawatir bahwa taubat kita tidak diterima oleh Allah. Di waktu yang bersamaan kita selalu berharap kepada Allah agar mengampuni segala dosa yang ada. 

Kita juga sangat takut pada siksa api neraka, oleh karenanya kita juga selalu berharap kepada Allah menganugrahi kekuatan, hidayah dan inayahNya sehingga kita mampu menjauhi perbuatan ahli neraka. 

Kita juga takut terhadap siksa Allah tetapi juga berharap kepada Allah akan menganugrahi perlindunganNya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Kita takut miskin tetapi juga berharap tidak sampai meminta-minta pada sesama makhlukNya. Mungkin kita juga tidak pantas kaya tetapi juga berharap tidak kekurangan sesuatu apa. Kita takut mati, bila bekal ke sana belum memadahi, oleh karenanya kita juga berharap hidup di dunia ini punya arti.

Khauf wa raja' takut dan harap meniscaya pada hamba-hamba Allah yang dikehendakiNya sebagai wujud kesadaran akan penghambaan, kekerdilan dan kerendahhatian terhadap kemahakuasaan dan kemamutlakan Allah Ta'ala. Semoga

Memori ibadah haji 1444

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama