Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3273
Jumat, 23 Zulkaidah 1445
Syukur dan Sabar
Saudaraku, sebagaimana halnya bersyukur, maka bersabar juga tidak ada batasnya. Karena tidak ada batasnya, maka tidak semua orang bisa benar-benar bersyukur atau benar-benar bersabar, apalagi mengistikamahinya, terus menerus, di manapun, kapanpun dan dalam suasana yang bagaimanapun. Inilah mengapa baik untuk bersyukur maupun untuk bersabar akan terus diuji dan berpotendi menggagalkan orang-orang yang merengkuhnya, kecuali orang-orang yang dikehendakiNya saja.
Padahal, seandainya mampu lulus melewatinya setiap orang akan berada dalam kebaikan. Nabi Muhammad SAW bersabda Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.” [HR. Muslim No.7692].
Dengan merujuk pada normativitas di atas di antaranya dapat dipahami bahwa kita akan berada dalam kebaikan (baca keselamatan, ketentraman, kebahagian) hanya ketika mampu bersyukur dan kebersediaan bersabar. Bersyukur atas segala karunia Allah dan bersabar atas segala ujian dariNya.
Dalam praktik baiknya mewujud dalam kehidupan sehari-hari. Kita bersyukur masih dikaruniai panjang umur, tapi juga bersabar bila masih diuji dengan masalah demi masalah. Bersyukur karena dianugrahi iman dan Islam, tetapi juga bersabar menjalani ketaatan hanya kepadaNya. Bersyukur dianugrahi kelapangan rezeki dan penghidupannya, tetapi juga bersabar dengan "beratnya"pekerjaan mulia yang dibebankan kepadanya. Bersyukur atas curahan ilmu dan hikmat dariNya, tetapi juga bersabar merasakan pahit getir saat berikhtiar merengkuhnya.
Juga musti bersyukur atas anugrah jodoh dan anak cucu, tetapi juga bersabar membesarkan dan mendidiknya. Bersyukur atas amanah dan tahta yang diembankan, tetapi juga bersabar atas beratnya beban yang musti dipikulnya. Bersyukur atas lengkapnya fasilitas hidup yang bisa dirasakannya, tetapi juga bersabar menanggung resiko merawat dan pertanggungjawabannya. Dan seterusnya intinya bersyukur sekaligus bersabar.
Ya, tentu antara bersyukur dan bersabar harus sistemik setali mata uang dalam pribadi orang-orang beriman saat menjalani kehidupan di dunia ini. Karena hanya dengan bersyukur saat mudah dan bersabar saat sulit setiap diri akan senantiasa dalam kebaikan yang nyata.
Semoga
Memori ibadah haji tahun 1444
Tags:
Muhasabah Harian Ke-3273