Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3271
Rabu, 21 Zulkaidah 1445
Memilih Istikamah Taat
Saudaraku, dalam mengarungi hidup di dunia ini dalam kondisi apapun, di manapun dan kapanpun seyogyanya kita selalu berikhtiar dalam ketaatan kepada Allah. Dan untuk itu kita senantiasa memohon hidayah dan inayahNya sehingga dapat istikamah berada dalam ketaatan hanya kepadaNya saja.
Istikamah dalam ketaatan sepanjang hayat merupakan "pilihan" cerdas sekaligus membahagiakan; lazimnya direngkuh oleh bagi orang-orang beriman. Adapun menunda-nunda ketaatan dengan berbagai alasan adalah pilihan penuh risiko. Mengapa? Ya, karena besuk atau lusa sebagai masa datang itu belum tentu dalam jangkauannya. Demikian juga ketaatan sesaat atau di awal masa hidupnya saja. Misalnya merasa sudah banyak taatnya lalu surut atau memutuskannya justru di akhir-akhir masa hidupnya.
Untuk muhasabah hari ini, layak kita renungkan sebuah riwayat, dari Ibnu Mas‟ud radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan, “Sesungguhnya setiap kamu dihimpunkan kejadiannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, lalu berubah menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari.
Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan kepadanya ruh dan diperintahkan untuk mencatat empat perkara: mencatat rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia.
Demi Allah yang tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya di antara kamu ada orang yang melakukan perbuatan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, akan tetapi catatan mendahuluinya, akhirnya dia melakukan perbuatan ahli neraka, ia pun masuk ke neraka.
Sesungguhnya di antara kamu ada yang melakukan perbuatan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, akan tetapi catatan mendahuluinya, akhirnya dia melakukan perbuatan ahli surga, ia pun masuk ke surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sekali lagi istikamah dalam ketaatan seperti yang dinyatakan dalam riwayat senantiasa beramal dengan amalan ahli surga menjanjikan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat. Dengan berikhtiar sembari memohon kepada Allah dan saling ingat mengingatkan semoga kita bisa Istikamah dalam ketaatan kepadaNya. Aamiin
Memori ibadah haji 1444
Tags:
Muhasabah Harian Ke-3271