"Katarsis"

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3267
Sabtu 17 Zul kaidah 1445

"Katarsis"
Saudaraku, saat hasrat belum kesampaian, keinginan belum tercapai dan cita-cita belum juga dikabulkan, maka sebaiknya kita sabar dan terus berikhtiar dengan lebih baik. 

Sebagai orang Islam meski mengalami kebelum berhasilan atau menghadapi masalah, tentu pantang melakukan hal-hal yang bersifat destruktif seperti mengeluh berkepanjangan, berputus asa dari rahmat Allah, mencari-cari "kambing hitam atau mencari pelarian diri yang berpotensi merugikan diri.  Seandainya melakukan pelampiasan, maka pelampiasannya pun musti bersifat positif. Barangkali semacam "katarsis" seperti yang dikenal dalam disiplin psikologi. 

Katarsis berasal dari bahasa Yunani katharsis yang berarti pemurnian atau pembersihan. Dalam ranah psikologi, katarsis diartikan sebagai upaya untuk melepaskan beban dengan membersihkan diri dari perasaan negatif, seperti kecewa karena gagal, bermasalah, kemarahan, dendam, kesedihan lantaran berbagai hal, atau luka batin yang terpendam dan perasaan tak nyaman lainnya. 

Bagi orang-orang beriman, pelampiasan (baca penyaluran) yang positif misalnya saja dilakukan dengan lebih banyak mendekatkan diri pada Allah melalui shalat malam, membaca al-Qur'an, bermunajat, berpuasa sunat, memberi sedekah dan seterusnya. Juga dapat mendengarkan kalam Ilahi, bernyanyi sendiri, bertamasya, hiking atau berolahraga lainnya, membaca atau menulis hal ikhwan yang dialami dan dirasakannya. 

Dengan aktivitas yang baik seperti yang digambarkan di atas, akan melahirkan energi positif yang dapat memvasilitasi untuk lahirnya keberkahan. Di antaranya di samping perbuatan yang baik dan produktif, dan bisa mengundang keridhaan Allah. Semoga.

Memori Ibadah Haji 1444

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama