Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3276
Senin, 26 Zulkaidah 1445
Ingat Hidup, Ingat Mati
Saudaraku, di samping bersyukur dan bersabar, takut dan harap (khauf wa raja'), berpikir dan berdzikir sebagaimana telah diingatkan dalam muhasabah yang baru lalu, dalam Islam kita juga dituntun untuk memadu antara ingat hidup juga ingat mati.
Ingat hidup menjadi sangat penting untuk benar-benar menyadari bahwa hidup di dunia ini punya makna tidak sia-sia. Allah menghidupkan kita sekarang ini, kita lahir dari keluarga yang mengasih sayangi, mendidik kita, hingga dewasa, Allah mengirimkan jodoh yang "istimewa" kepada kita, mengaruniai anak-anak "pilihan", kita juga hidup di masyarakat yang sangat religius... dan seterusnya agar kita punya makna bersama mereka. Adapun ingat mati juga sangat penting agar kita benar-benar menyadari bahwa semua pasti mengalami. Mungkin hanya persoalan waktu, tempat, sebab dan caranya yang berbeda. Tetapi apapun perbedaannya, tetap saja sama baha semua makhluk hidup akan mengalami mati.
Ingat hidup itu amat penting karena dapat memvasilitasi lahirnya sikap optimis, sedangkan ingat mati dapat memvasilitasi sikap rendah hati jauh dari sikap sombong. Karena kita hidup di dunia ini "lama" selama waktu yang disediakan oleh Allah Ta'ala, maka untuk melangsungkan hidup secara bermartabat, kita musti berikhtiar dengan sunguh-sungguh meraih cita-cita. Hanya saja dalam prosesnya, kita tetap menapaki jalan syariatNya, karena setelah tidak hidup di dunia ini kita akan mempertanggungjawabkan nya di depan Mahkamah Ilahi setelah mati.
Ingat hidup itu amat signifikan, agar sadar bahwa hidup perlu modal, sedangkan ingat mati juga amat penting agar bersiap-siap bekal untuk pulang. Jangan dikira hanya untuk hidup saja yang perlu modal, seperti perlu ikhtiar, butuh makan minum, perlu ilmu pengetahuan, perlu teman, butuh dihargai dan seterusnya. Tetapi untuk mati juga perlu bekal dan sebaik-baik bekal adalah takwa; ya iman, Islam, ilmu, dan amal shalih.
Ingat hidup itu sangat penting, agar dapat memastikan bahwa hidup itu gerak untuk bekerja dan ikhtiar apa saja, sedangkan ingat mati itu agar benar-benar pada saatnya tiba kita bisa istirahat dan menikmati. Ya, hidup itu sarat ikhtiar, jihad yang ditirakati, sehingga saat mati benar-benar menikmati.
Ingat hidup itu amat penting agar semangat menggapai cita-cita, sedangkan ingat mati itu agar semua ikhtiarnya senantiasa di atas jalan keridhaan-Nya.
Ingat hidup itu perlu agar bisa menyadari bahwa dalam menjalani hidup di dunia ini tidak bisa sendiri-sendiri, tetapi perlu teman bahkan sebanyak-banyaknya. Oleh karenanya mesti menjalin relasi dan melakukan interaksi yang baik dan saling menguntungkan dengan sesama di atas bumi ini. Adapun ingat mati juga penting agar kita menyadari bahwa untuk mati atau pulang ke haribaanNya bisa sendiri-sendiri. Oleh karenanya saat mati harus memiliki teman dan bekal yang nantinya akan setia menemani, yakni takwa yang berhimpun iman, ilmu dan amal shalih.
Ingat hidup itu penting agar memberi kebermanfaatan pada kehidupan, sedangkan ingat mati itu juga penting agar pada saat kelak setelah mati bisa menerima aliran pahala kebaikan atas amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan keluarga yang mendoakannya. Inilah pentingnya, selagi hidup kita berinvestasi dengan amal shalih, sedekah, mendidikkan surga kepada pasangan dan anak-anak kita.
Ingat hidup itu penting agar mencipta sejarah, sedangkan ingat mati juga penting agar sejarahnya tertulis dengan tinta emas. Seandainya terlanjur dosa maka segera taubat dan mengiringinya dengan ibadah. Orang yang lupa hidup, dikhawatirkan hidupnya tak tentu arah, sedangkan lupa mati akan merugikan di kemudian hari. Semoga kita ingat hidup juga ingat mati.
Memori ibadah haji 1444
Tags:
Muhasabah Harian Ke-3276