Anugrah Memilih

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3269
Senin, 19 Zulkaidah 1445

Anugrah Memilih
Saudaraku,  seperti telah disebutkan dalam muhasabah sebelumnya bahwa masing-masing diri kita selaku manusia dianugrahi oleh Allah kemampuan memilih, berencana dan berikhtiar sesuai kesanggupannya, lalu bagaimana meresponinya. Dalam kebebasan memilih, misalnya. malah ada ungkapan bahwa hidup itu pilihan. Bahwa dalam mengarungi kehidupan di dunia ini berlangsung atas pilihan demi pilihan. Tetapi tentu ada juga yang majbur sifatnya, dimana manusia tinggal menjalani. Oleh karenanya anugrah memilih atas pilihan-pilihan yang tersedia musti disyukuri. 

Secara praktis sejak bangun tidur sudah banyak sekali pilihan yang lazim dilakukan. Misalnya bangun tidur kapan, dimulai buka mata terlebih dahulu lalu panjatkan doa atau tidak, meregangkan badan, tangan dan kaki atau tidak, bangun dan duduk sejenak atau langsung beranjak ke kamar mandi, membasuh tangan dan kaki terlebih dahulu baru ke bagian atas atau sebaliknya, bersuci atau tidak, lalu mengerjakan shalat malam atau tidak, sahur atau tidak, mengenakan pakaian yang indah atau sedapatnya asal menutup aurat saat hendak shalat, membangunkan istri dan anak-anak atau membiarkannya dengan alasan kasihan, subuhnya berjamaah atau tidak, berdoa atau tidak, tilawah Qur'an atau tidak, berolahraga atau tidak, ngopi, ngeteh atau tidak ... dan seterusnya. Kalau ngopi, ngopinya di rumah atau di kedai, sendiri atau bersama teman sekolega, mentraktir atau sengaja menunggu dibayarin sesamanya. 

Aktivitas selanjutnya bahkan sepanjang hari juga sarat pilihan. Di pagi hari juga banyak pilihan seperti ke tempat kerja atau tidak, cepat berangkat atau melambat-lambatkannya, santai atau justru tergopoh-gopoh karena telad bangun, berdoa saat keluar rumah dan berpamitan atau tidak, mengiringinya dengan dzikir atau murajaah hafalan Qur'an ketika di perjalanan atau diam memikirkan sesuatu atau melamun menghabiskan waktu...atau melakukan apa saja. Begitu juga halnya dalam aktivitas siang hingga malam hari, banyak sekali pilihan-pilihan yang tersedia dan lazimnya dilakukan. Bekerja sesuai tupoksi atau banyak main game, selalu ramah dan suka melayani atau sebaliknya, berdiskusi dengan teman atau memutuskan sendiri, saat jam istirahat dipergunakan untuk shalat berjamaah, jemput antar anak, pulang ke rumah atau lainnya.  Begitu seterusnya. 

Intinya pilihan demi pilihan tersedia bagi setiap kita. Masing-masing diri dianugrahi memilih dan melakukan apapun atas ketetapan hatinya. Pilihannya apa dan bagaimana menindaklanjutinya sangat bergantung pada kepribadian seseorang. Dan kepribadian ini merupakan akumulasi dari keadaan fisik lahiriyah dan phikhis bathiniyah yakni iman dan ilmu pengetahuannya. 

Bila kepribadian seseorang baik, maka akan memilih dan memenangkan yang prioritas seandainya alternatifnya berskala. Berikutnya akan memilih dan memenangkan yang baik-baik dan tidak tergiur pada pilihan yang tidak baik. Pilihan yang baik adalah perbuatan yang dijamin kemaslahatannya sehingga dapat mengundang keridhaan dari Allah Ta'ala.

Tentu, kita akan berikhtiar memilih dan memenangkan ilham/bisikan ketakwaan ketimbang ilham/bisikan yang menyesatkan;  Memilih dan memenangkan rasa syukur daripada kufur; Memilih dan memenangkan keimanan daripada kekafiran; Memilih dan memenangkan ilmu dan hikmah daripada kejahilan dan kecerobohan; Memilih dan memenangkan kreativitas ketimbang berharap saja apalagi rasa malas; memilih dan memenangkan hidup bersih sekaligus berikhtiar tidak "lalai"... dan seterusnya.

Memori Ibadah Haji 1444

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama