Muhasabah 7 Rabiul Awal 1444
Cinta Akhirat
Saudaraku, konsekuensi logis dari kecintaan pada Allah, kecintaan pada Islam, kecintaan pada syariat, dan kecintaan pada iman sejatinya bersepadu dalam praktik nyata dalam kehidupan yang menyembul dalam sikap cinta pada akhirat. Dan inilah sejatinya tujuan hakiki manusia, meski tanpa melupakan dunia.
Karena hal-hal yang bersifat keukhrawian menjadi di antara urusan yang ghaib, maka seringkali dilambangkan sebagai faktor x. Dari sinilah dipahami mengapa kecintaan terhadap akhirat menuai hasil yang tak terhingga, baik kebahagiaannya maupun keberkahannya. Inilah makna tersirat dari sebuah riwayat berikut.
Dari Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu beliau berkata, “Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya.
Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya).” (HR Ibnu Majah no. 4105, Ahmad 5/183, al-Daarimi no. 229, Ibnu Hibban no. 680)
Normativitas Islam tersebut di antaranya mengingatkan tentang orientasi kecintaan manusia terhadap urusan duniawiyah maupun ukhrawiyah beserta konsekuensi logis kecintaannya. Tinggal manusia memilih yang mana.
Uniknya bila orientasi kecintaannya pada hal-hal yang bersifat keukhrawian justru memperoleh kebahagiaan ganda, baik dunianya maupun apalagi akhiratnya. Sedangkan bagi yang orientasi kecintaannya pada dunia ya hanya sekedar mendapati dunianya sesuai kadar yang ditetapkan atasnya yang tak pernah mengenal rasa puas.
Cinta akhirat merefleksi pada sikap dan perilaku keseharian dalam hidup di dunia ini. Semoga kita dianugrahi oleh Allah, petunjuk akan jalan yang benar dan kemampuan untuk menapakinya. Aamiin ya Mujib al-Sailin
Tags:
Muhasabah Harian