Cinta Islam

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 2 Rabiul Awal 1444

Cinta Islam
Saudaraku, bila cinta Allah sebagai puncaknya cinta, maka turunan sebagai buktinya adalah cinta Islam. Mengapa? Ya, di antaranya Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam... (Qs. Ali Imran 19) mengingat Islam sebagai agama di sisi Allah, maka Islam itu ya fitrahnya manusia.

Apatah lagi Islam sebagai agama yang universal dan konprehensif. Allah berfirman yang artinya Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Ma’idah: 3).

Ibnu Katsir ra menjelaskan bahwa Islam adalah nikmat terbesar dari Allah terhadap manusia, di mana Allah telah menyempurnakan agama-agama yang dianut oleh manusia pada Islam sehingga mereka tidak butuh pada agama selain Islam. 

Nah sekarang kita yang Islam sedari lahir sehingga agama yang turun temurun atau yang mengaku Islam, lalu kira-kira apa bukti kecintaan kita pada Islam? Tentu, jawaban untuk ini relatif pada masing-masing orang sesuai dengan tingkat kepercayaan dan pemahamannya terhadap Islam. 

Bila pemahaman Islam yang artifisal misalnya Islam berasal dari Arab, maka secara artifisial pembuktian kecintaannya bisa saja merefleksi pada praktik lahiriyah seperti mengenakan jubah atau gamis ala Arab, mengenakan surban, peci Arab, baju koko, menggunakan biji tasbih, tulisan Arab atau gelar h atau hj, memanjangkan jenggot merapikan kumis dan lain sebagainya.

Bila pemahaman Islam secara lebih subtantif, maka kecintaannya merefleksi pada sikap dan perilakunys islami. Keislamannya mewujud pada teguhnya iman, kecerdasan akal, pemenuhan rukun Islam dan berakhlak mulia dalam seluruh aktivitas hidupnya. Dengan demikian, kecintaan terhadap Islam dapat dibuktikan secara totalitas, baik secara lahiriyah maupun ranah yang lebih substantif. Penampilan penting, tetapi substansi juga amat penting.

Di samping itu bukti cinta Islam tentu harus terus menolongnya dengan mempelajari, mengamalkan, mengajarkan, dan membelanya. Allah berfirman yang artinya  Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.(Qs. Muhammad 7)

Pertama, mempelajari Islam. Di samping mengimani kebenarannya, wujud kecintaan terhadap Islam  tentu tidak sebatas memeluknya atau sekedar mengenal luarnya, tetapi musti terus mempelajarinya. Ranah akidah, ibadah, akhlak menjadi matwti prioritas yang musti dikaji sehingga amaliyah kesehariannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah berdasarkan ilmu tentangnya. Demikian juga ilmu tentang Islam yang sudah diketahui, dapat diimplementasi dalam kehidupannya. Jadi berilmu amaliyah, juga beramal ilmiah.

Kedua, mengamalkan ajaran Islam. Kecintaan terhadap Islam musti mewujud pada bukti dengan mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupannya. Maka praktik komunikasi atau hubungan sosialnya islami, perekonomiannya islam, pendidikannya islami, politiknya islami dan seterusnya.

Ketiga, mengajarkan Islam. Persoalan menyebarkan atau mengajarkan Islam sejatinya menjadi kewajiban bagi setiap orang, meski tetap proporsional. Oleh karenanya setiap orang musti menjadi mengemban peran dakwah atau peran pendidikan ini. Dengan dakwah dan oendidikan inilah, Islam dapat terjaga ketersambungannya oleh dan antar generasi, bahkan antar negeri.

Allah berfirman yang artinya Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik [QS Ali Imran : 110] 

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung [QS Ali Imran : 104] 

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri? [QS Al Fusilaat 33] 

Itulah di antara sikap cinta Islam yang mewujud pada bela Islam yang dapat kita lakukan. Tentu, termasuk membela Islam, juga dengan menjaga nama baik dan mempertahannya dari pandangan, intrik-intrik dan sikap yang destruktif atasnya. Allahu a'lam

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama