Amanah Bersyukur

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 20 Safar 1444

Amanah Bersyukur
Saudaraku, prestasi ataupun capaian apapun baik yang bersifat fisik lahiriyah, akademik maupun spiritualitas mestinya disikapi dengan penuh syukur. Dengan mensyukuri, prestasi yang telah diraih justru menjadikan hidup lebih bermakna. Bahkan pesan inti dari seluruh kewajiban manusia terhadap Allah Rabbuna tersimpul dalam satu kata ini, bersyukur. Inilah mengapa bersyukur itu sendiri juga merupakan di antara amanah kehidupan. 

Bersyukur itu akan menjelma menjadi energi positif yang akan mewarnai hari-hari dalam kehidupannya dengan kebermaknaan dan keberkahan di bawah keridhaan Allah Rabbuna.  Energi positif dalam diri seseorang kemudian senantiasa melahirkan niat yang baik, pikiran yang lurus dan perilaku yang shalih.

Dalam tuntunan Islam, bersyukur itu melibatkan totalitas kepribadian, baik hati, lati maupun pekerti. Bersyukur di hati dengan cara menyadari sepenuh hati bahwa hidup dengan seluruh ketentuan atas diri merupakan merupakan anugrah Allah atas hamba-hambaNya. Apalagi prestasi atau capaian yang diraihnya. Bila tidak atas izin dan keridhaanNya, niscaya manusia tidak akan mampu meraih apapun, bahkan tidak dapat melakukan apa-apa.

Bersyukur di lati dengan cara melafalkan untaian kalimat syukur, seperti alhamdulillahi Rabb al-'alamin, hamdan lillah nahmaduhu dan atau lafal-lafal yang senada. Tentu, turunan dari kalimat syukur ini juga merefleksi pada seluruh tutur katanya. 

Bersyukur di pekerti dengan cara membuktikan dalam aksi nyata kehidupan sehari-hari. Jadi rasa syukur kita harus benar-benar mewujud dalam perbuatan konkret. Bersyukur itu ya berterima kasih. Bersyukur itu tambah mantap keimanannya. Bersyukur itu, ya menjadi orang Islam yang baik; ya istikamah dalam syahadatnya, ya shalat, ya berpuasa, ya mengeluarkan zakat, ya berhaji. Bersyukur itu, ya tampil menjadi pribadi yang berdzikir ya berfikir.  Bersyukur itu, semakin cerdas kepribadiannya, sehat badannya, lurus jalan pikirnya dan semakin shalih perilakunya. Bersyukur itu semakin bahagia hatinya. Aamiin ya Mujib al-Sailin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama