Amanah Berprestasi

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 19 Safar 1444 

Amanah Berprestasi
Saudaraku, kualitas diri di antaranya dapat dilihat pada seberapa capaian atau prestasi yang dapat diraih. Dari prestasi yang diraih ini lazimnya memengaruhi prestisenya. Maka seolah sudah merupakan kelaziman bahwa bila prestasi dapat diraih maka prestise mengalami grafik menaik. 

Secara umum, prestasi dipahami sebuah hasil usaha atau capaian keberhasilan yang diraih oleh seseorang, sedangkan prestise dipahami sebagai kewibawaan, martabat, dan atau gengsi. Setiap orang idealnya berikhtiar memberdayakan potensi internalnya yakni fisik, akal dan hatinya agar meraih prestasi atau cita dan cinta yang diinginkannya. Oleh karenanya, prestasi dapat bersifat fisik lahiriah (seperti juara dalam bidang olahraga, kesenian, rancang bangun dst) capaian akademik (seperti meraih gelar-gelar akademik) dan spiritualitas (seperti semakin bijak, sabar, qanaah, ridha, atau semakin takwa). 

Sebagaimana halnya tuntutan menjadi berkualitas, maka berprestasi atau meraih kesuksesan juga merupakan di antara amanah kehidupan. Allah berfirman yang artinya: Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya (pada hari kiamat). Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (Qs. Al-Baqarah 148)

Berdasarkan normativitas di atas, kita dapat mengambil ibrah bahwa berlomba dalam kebaikan itu niscaya dalam kehidupan ini, sehingga ragam kebaikan itu susul menyusul dan bertambah-tambah. Ketika kebaikan demi kebaikan dikerjakan, maka kebahagiaan demi kebahagiaan akan dinikmatinya. Dan ini sejatinya secara tersirat dapat dipahami dari tuntutan Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." (Qs. Al-Insyirah 7). 

Dengan demikian, kebaikan idealnya disusul dengan kebaikan berikutnya; Kesuksesan yang satu mustinya disusul dengan kesuksesan lainnya; Prestasi yang sudah diraih hendaknya diikuti dengan prestasi lainnya; dan natijahnya, kebahagiaan yang satu akan disusul dengan kebahagian berikutnya. Aamiin ya Mujib al-Sailin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama