Muhasabah 18 Safar 1444
Amanah Berkualitas
Saudaraku, untuk bisa eksis apalagi kemudian mampu berkompetisi di dunia global seperti sekarang ini, ikhtiar menjadi pribadi yang berkualitas menjadi keniscayaan. Ini mengapa berkualitas menjadi di antara amanah kehidupan.
Prinsip berkualitas sehingga dapat bertahan dan memberi kemanfaatan dapat direnungkankan ayat Al-Qur'an, Allah berfirman yang artinya, Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu.
Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan (Qs. Al-Ra’du 16-17)
Berdasarkan normativitas di atas, di antaranya dapat diambil ibrah bahwa kebenaran dan orang-orang yang berkualitas itu bagaikan air. Mengapa? Ya, karena kebenaran dan kualitasnya kemudian dapat mengairi, mengaliri, menyejukkan, menghilangkan dahaga, menutupi kekurangan, meratakan dan menghidupi.
Adapun kebathilan dan orang-orang yang tak berkualitas itu digambarkan bagaikan buih yang tak memiliki kekuatan apa-apa meskipun banyak. Buih meski bergunung-gunung akan terombang ambing oleh angin yang bertiup lalu hilang berantakan ditelan gelombang sehingga tak akan ada bekas apa-apa.
Bila kita kaitkan dengan kepribadian manusia, maka manusia yang berkualitas itu ya meliputi kualitas fisiknya, ya akalnya dan ya hatinya. Jadi sehat wal afiat fisik lahiriyahnya, cerdas akal intelektualnya, kukuh iman di hatinya. Dengan kualitas kepribadian ini mewujud pada perilakunya yang shalih, sehingga memberi kebermanfaatan baik bagi dirinya maupun sesamanya.
Dalam tataran praktis, kemudian dibuat ukuran-ukuran tertentu untuk menunjukkan peringkat kualitasnya, misalnya pribadi yang unggul: unggul tampilan lahiriyahnya, unggul kecerdasan akalnya, unggul keimanan di hatinya dan unggul amal shalihnya. Di samping pribadi unggul, juga digunakan istilah pribadi yang ideal atau insan kamil atau lainnya yang senada.
Dengan demikian bila kita mereguk ibrah dari keadaan yang disifatkan pada kata berkualitas atau unggul atau insan kamil, maka mewujud dalam kebertahanan eksistensi dan berkah kemaslahatan yang ditimbulkannya. Semoga kita bisa. Aamiin ya Mujib al-Sailin
Tags:
Muhasabah Harian