Secara internal, dalam mengarungi kehidupan di dunia ini kita dituntun untuk berlomba atau berpacu dengan waktu, berpacu dengan kesempatan, berpacu dengan usia, bahkan ada yang berpacu dengan penyakit, seolah berpacu dengan malaikat maut, dan berpacu selalu berproses menjadi yang terbaik, tampil menjadi pribadi yang lebih indah, menjadi yang lebih sempurna, menjadi lebih cerdas, menjadi lebih sejahtera, menjadikan hidup bermanfaat bagi sesama dan seterusnya.
Dengan demikian mitra lombanya bukan orang lain, tetapi kondisi internal diri sendiri, seperti kejahiliyahan, keterbelakangan, kepicikan, kemiskinan, kemusyrikan, dan kekafiran. Berpacu dengan waktu dimana hari ini harus lebih baik daripasa kemarin. Esok harus lebih baik daripada hari ini.
Secara sosiokuktural, kehidupan bermasyarakat seringkali ditemui sikap berkompetisi berlomba-lomba terhadap hal-hal yang bersifat konsumtif. Misalnya berlomba-lomba dalam kepemilikan kendaraan yang lebih besar atau lebih mewah atau lebih mulus atau lebih mutakhir atau berlomba-lomba membangun rumah juga membeli tanah atau berlomba belanja perkakas rumah tangga atau lainnya sering kali mewarnai kehidupan sosial di sekitar kita.
Untuk gambaran di atas, dalam batas-batas tertentu, kita bisa memahaminya karena menjadi bagian kesenangan manusia selagi hidup di dunia. Hal yang penting dijaga adalah bahwa kesemua harta (juga berlomba dalam meraih tahta dan memperbanyak keluarga) itu dapat menghantarkan kedekatan dirinya pada Allah ta’ala dan tidak menjadikannya lupa diri dan lupa Rabbnya.
Tetapi secara syar’i justru kita dituntun untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Misalnya berlomba-lomba untuk bangun dini hari agar dapat menunaikan shalat lail, bermunajat, berdoa, berzikir, memperbanyak tilawah al-Qur’an, shalat fajar, shalat subuh berjamaah, menyelesaikan tugas apapun yang diemban, berolah raga dan seterusnya.
Berlomba dalam kedisiplinan kerja, berlomba memberi salam pertama bila bersua saudara, berlomba bersedekah, berlomba memelihara keindahan kebersihan tempat kerja, berlomba menyelesaikan tugas dan kewajiban di tempat kerja, berlomba hidup bersahaja dan seterusnya dan seterusnya. Dengan demikian berlomba dalam kebaikan, berkompetisi positif dalam kehidupan dan belajar kompetitif menjadi niscaya. Semoga kita bisa. Aamiin ya Mujib al-Sailin
In sya Allah Bisa Prof
BalasHapus