Alarm Westernisasi

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 9 Muharam 1444

Alarm Westernisasi
Saudaraku, alarm kali ini benar-benar berbunyi mengingatkan kita tentang gerakan pembaratan. Inilah latar mengapa muhasabah hari ini diracik di bawah judul alarm westernisasi. Wester bermakna barat dan sasi berarti gerakan, jadi westernisasi dimaknai gerakan pembaratan.

Westernisasi tentu berbeda dengan modernisasi, meskipun modernisasi itu dalam historisitasnya setelah masa Islam abad VII - XIII lazim dipahami bermula dan terjadi di dunia barat. Tetapi tidak berarti semua yang berkembang di barat itu modern, apalagi yang jelas-jelas menyalahi akhlak Islam dan etika ketimuran.

Seandainya etos kerja yang tinggi, disiplin, inovatif, kompetitif, sportif, jujur, profesional, bertanggungjawab menjadi bagian prinsip hidup orang barat sehingga mempercepat akselerasi kemajuan di berbagai bidang di sana, maka ya benar sekali, itulah modern dan layak kita tiru, pantas kita pungut sebagaimana hikmah dari manapun datangnya.

Bila perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian membubung tinggi, mencakrawala ke berbagai-bagai disiplin dan mempermudah manusia dalam menjalani hidup ini, maka betul, itulah modern yang harus segera kita ambil layaknya memungut mutiara dari samudra manapun berada.

Bila keluhuran budi pekerti seperti antri dengan tertib, peduli filantropi menolong sesamanya, memberikan tempat duduknya di kendaraan umum untuk seorang ibu atau orangtua yang baru saja naik, maka ya jelas inilah modern yang musti kita rengkuh, wajib kita kukuhkan dalam keseharian hidup kita.

Tetapi bila meniru-niru style, gaya dan sikap kebarat-baratan itu dianggap modern, maka jelas keliru. Misalnya rambutnya sudah bagus hitam berkilau ee dicat menjadi merah, atau kuning atau putih agar terlihat seperti orang bule turun dari negeri barat. Orang barat terutama Eropa lazim memiliki rambut yang kemerah-merahan atau kuning atau putih, lha kita orang timur ini kan biasanya memiliki rambut hitam, terutama bagi yang masih muda. Lalu karena ingin ngetrend atau nuruti mode dari penampilan orang barat, maka dicatlah rambutnya menjadi kemerah-merahan atau kuning atau putih. Juga buat tato sana sini. Nah ini kan salah kaprah, namanya.

Sama halnya dengan berpenampilan seksi sekali, sangat irit kain busana yang dikenakan, cukup menutupi sebagian kecil organ tubuhnya saja. Hal ini karena meniru seperti sebagian orang barat yang sudah terbiasa telanjang dada atau terbuka hampir semua tubuhnya, pergi kemana-mana. Nah ini kan westernisasi yang kebablasan.

Apapun dan dari manapun perkembangan, sikap, perilaku, pola pikir dan gaya hidup, tentu harus dipilah-pilah, lalu dipilih-pilih mana yang bersesuaian dengan akhlak Islam dan etika ketimuran. Yang sesuai kita ambil dan kita tiru, sebaliknya yang tidak sesuai kita perbaiki atau mininal kita kita jauhi. Semoga tetap modern berkemajuan dan berkeadaban. Aamiin ya Mujib al-Sailin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama