Berbagi Peran Kehidupan

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 27 Dzulhijah 1443

Berbagi Peran Kehidupan
Saudaraku, dalam sebuah film atau sinetron, lazimnya sang penulis naskah yang merangkap sebagai sutradara juga produser, mengatur seluruh jalannya cerita dari awal hingga pungkasannya, bahkan sampai sampai yang sedetail-detailnya.  Demikian juga mengatur seluruh aktornya, baik aktor utama yang mengemban peran utama, sampai ke aktor viguran atau bahkan penggembiranya.

Seandainya hidup di dunia ini dianalogikan sebagai sebuah film atau sinetron, maka akan saya beri judul Kehidupan Dunia atau KD (baca sejatinya Kehidupan in Dunia atau KiD, gurauan). Meskipun banyak film atau sinetron yang kita tonton di tv bersifat fiktif, tetapi Kehidupan Dunia (KD) yang kita lakoni ini nyata dan kita sekarang berada di dalam alur ceritanya. Sampai kapan? Ya, pokoknya pentas saja yang terbaik. Terserah peran apa yang terpundak dan kita lakonkan, tapi yang pasti ada yang mengatur dan menggerakkannya kemudian kita turut andil menyatakan sampai cerita masing-masing diri berakhir. 

Meski gambaran tentang Kehidupan Dunia (KD) telah disampaikan, namun terkait dengan jalannya kehidupan itu sendiri terutama juga untuk masing orang tetap misteri. Makanya ada yang berkesimpulan bahwa hidup ini teka-teki. Untungnya, kita menjadi orang-orang beriman yang dengannya kita ditunjuki tempat bersandar, tempat mengadu dan tempat memohon pertolongan.

Di KD ini, berbagi peran rasanya niscaya. Di dunia perniagaan, terdapat peran beragam. Ada yang mengemban peran sebagai pemodal, penyedia atau pembuat produk, distributor, penjual, pembeli, pelanggan dan seterusnya.

Di dunia pendidikan ada yang mengemban peran sebagai pengambil kebijakan, pelaksana kebijakan, pimpinan institusi pendidikan, pendidik, peserta didik, supervisor atau pengawas, komite dan seterusnya.

Di dunia kerja juga terdapat peran beragam. Ada yang mengemban peran sebagai abdi negara, pengawal atau pengaman negeri, pejabat negara, pegawai pemerintah juga swasta,  penyedia tenaga (buruh), penyedia layanan kesehatan, transportasi, akomodasi dan informasi dan seterusnya

Segala peran yang diemban menjadi satu kesatuan sistemik, sehingga roda KD dapat normal berjalan. Dalam perspektif organisatoris, rasanya tidak peran yang sia-sia, semuanya punya tugas dan kewajiban penting meski berbeda-beda. Dengan ragam peran ini justru untuk menopang KD menjadi berjalan normal serasi seimbang. Yang penting antar aktor tidak saling meremehkan, apalagi mengesampingkan. Para aktor papan atas tidak etis bila angkuh, aktor viguran dituntut tidak rendah diri apalagi pesimis. Maka sebaiknya peran apapun yang kita emban, mestinya diorientasikan pada keridhaan Sang Produser, yang juga Sutradara (Allah ta'ala). Aamiin ya Mujib al-Sailin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama