Berbagi Doa

 Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 29 Dzulhijah 1443 

Berbagi Doa
Saudaraku di antara bukti kita berbagi kasih sayang antara sesama makhluk ciptaan Allah sebagaimana telah diingatkan pada muhasabah yang baru lalu adalah kita saling mendoakan. Inilah yang melatari tema muhasabah hari ini sehingga diracik di bawah tajuk berbagi doa. Berbagi doa bermakna saling mendoakan antar satu dan lainnya.

Saat dini sekali, kita sudah sering dididik dibiasakan untuk berdoa, bahkan bukan hanya untuk diri sendiri saja, tetapi juga untuk orangtua (bagi orangtua doa untuk anak cucuya), saudara, sesamanya bahkan makhluk Allah lainnya hatta yang melata sekalipun.

Di antara doa yang paling populis dalam masyarakat Islam adalah doa pengampunan diri dan kedua orangtua. 

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Artinya: Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihiku di waktu kecil.

Juga doa kesembuhan bagi orangtua, saudara atau sesamanya yang sakit

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya: Ya Allah, Rabb Manusia dan alam semesta, hilangkanlah kesusahan dan berikanlah dia kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.

Doa untuk sesamanya secara lebih luas juga lazim dipanjatkan.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

Artinya: Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.

Dan permohonan biasanya diakhiri dengan doa sapu jagad

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ

Artinya: Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam

Bila direnung-renungkan, ketika  kita berdoa untuk kedua orangtua, di samping sudah menjadi kewajiban anak atas orangtuanya, maka kedua orangtuanya memang sudah sejak mula keberadaan kita juga senantiasa berdoa untuk kita.

Ketika kita berbagi doa atas sesama, maka kita berdoa sekali tetapi di saat yang sama kita juga didoakan oleh jutaan bahkan milyaran orang ketika masing-masing melakukan hal yang sama. Misalnya saat kita berdoa Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kaum mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut. Pada saat yang sama orang lain dan bisa milyaran orang Islam juga berdoa dengan doa yang sama. Jadi kita memberi (atau berdoa) sekali, maka kita menerima (didoakan) oleh milyaran orang. Oleh karenanya wajar, bila berbagi doa itu merupakan pembuka keberkahan.

Saat beranjak tidur, tentu kita membaca doa mau tidur, bismikallahumma ahya wa amuutu. Tetapi alangkah indahnya bila kita juga mendoakan untuk orang-orang tercinta dan sesamanya. Sejak kecil entah dari siapa hikmah itu datang, saya membaca doa mau tidur itu bisa berkali-kali bahkan sampai terlelap dalam mimpi indah. Doa bacaan mau tidur yang pertama untuk diri sendiri, doa yang kedua saya niatkan untuk   mamak, ketiga ayah, kempat saudara, dan seterusnya kepada semua keluarga tercinta bahkan kepada guru, teman dan sesamanya. Kita sebut satu persatu. Coba bayangkan, bila setiap anggota keluarga melakujan hal yang sama. Masyaallah berkah tidur kita. Begitu juga berbagi doa lainnya.

Orangtua saat mau makan, saya perhatikan lama doa mau makannya. Ketika ditanya rupanya membaca doa makan berkali-kali sejumlah orang-orang yang dicintainya terutama anaknya. Dalam doanya diniatkan dan disebut satu persatu anaknya, apalagi yang merantau atau studi atau terpencar karena mengrmban amanah kehidupan. Inilah mengapa kita sering merasa kenyang mesti belum makan. Ya itu tadi, karena kiriman keberkahan doa makan orangtua kita.

Praktik baik yang juga layak dibiasakan adalah berbagi doa terhadap siapapun yang bersua, yang kita lihat, apalagi berinteraksi dengan kita. Misalnya saat berangkat dari kediaman, setelah berdoa keluar rumah, maka sembari berdzikir kita mendoakan kebaikan siapapun yang kita temui, siapapun yang kuta lihat seperti sesama pengguna jalan, para buruh yang sedang bekerja, pemulung yang nengais rezeki, anak sekolah menuntun kareba ban motornya bocor, para penyebrang jalan dan siapa saja.

Bila ada pengguna jalan yang ngebut, kita doakan agar ia segera sampai tujuan dengan selamat dan orang lain juga selamat, barang kali ada kepentingan mendesak yang harus segera ditunaikan. 

Sembari melintas, kita melihat para pedagang membuka lapak-lapaknya, maka kita doakan semoga semuanya memperoleh rezeki yang halal, melimpah dan keberkahannya sehingga bisa mencukupi nafaqah bagi keluarganya.

Ketika mendengar saudara atau kolega kita mau dilantik dalam jabatan barunya, maka kita mendoakan kelancarannya, juga keamanahan, kesuksesan dan keberkahan melingkupinya.

Inilah indah dan berkahnya berbagi. Semoga kita dalam rengkuhannya. Aamiin ya Mujib al-Sailin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama