Alarm Kebangkitan

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 1 Muharam 1444

Alarm Kebangkitan
Saudaraku, mengawali muhasabah di tahun baru 1 Muharam 1444 ini, izinkan lontuan meraciknya di bawah judul alarm kebangkitan. Tentu, tema ini relatif relevan, karena dapat dimaknai secara proporsional, baik bagi masing-masing diri maupun institusi, bahkan negeri ini. 

Tema alarm kebangkitan ini sendiri hadir sejatinya dilatari oleh setidaknya dua pertimbangan, yakni pemaknaan secara umum dan kontekstualisasi dengan semagat hijrah, yang momentumnya hari ini diperingati.

Secara umum, alarm lazimnya digunakan untuk merujuk maksud bunyi-bunyian sebagai pengingat akan bahaya yang mengancam, sehingga dengan mendengarnya kita dan sesiapapun segera menyadari dan bergegas ambil tindakan untuk menyelamatkan diri.

Bukankah, hal tersebut juga mengingatkan kita pada peristiwa hijrah yang telah dilakukan oleh Nabi dan para sahabat 14 abad yang silam? Nabi dan para sahabat bangkit dan hijrah, hegira, "lari" menyelamatkan diri dari ancaman unsur kejahiliyahan dan kekafiran yang sangat kuat mengakar di masyarakat kafir quraisy Makkah, menuju ke Yatsrib atau Madinah, tempat yang kondusif bagi Islam yang berkeadaban dan berkemajuan.

Itulah alasannya mengapa alarm dalam muhasabah ini digunakan untuk maksud mengingatkan sekaligus membangunkan kita bersama. Dengan alarm ini diharapkan kita menjadi sadar lalu bangkit dan menyelamatkan diri dari segala yang berpotensi memperlemah diri, memperlemah institusi, memperlemah negeri menuju kondisi yang lebih baik. 

Alarm kali ini sungguh nyaring, benar-benar mengingatkan kita semua agar segera bangun dan menyelamatkan diri dari segala bahaya yang berpotensi mengancam, seperti kebodohan, kemalasan, kepalsuan, kebobrokan akhlak, keterpurukan, ketertinggalan, kegagalan, kemiskinan, kefasikan dan kekafiran. 

Tentu, dengan ajaran berbagi sebagaimana telah diingatkan selama sebulan Dzulhijah kemarin kita menjadi lebih baik, lebih semangat, lebih santun, lebih cerdas, lebih bijak, lebih shalih berproses menjadi diri, institusi dan negeri yang berkeadaban dan berkemajuan di bawah keridhaan Allah ta'ala. Aamiin ya Mujib al-Sailin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama