Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-4.030
Sabtu, 12 Muharam 1448
Bahagia Mengagungkan Allah
Saudaraku, ketika Rasulullah dan para sahabat berhasil berhijrah dan memasuki Madinah, maka hanya rasa syukur pada Allah seraya mengagungkanNya. Rasulullah sendiri menyadari bahwa hijrah bisa berhasil bukanlah semata hasil kecerdasan strategi, kematangan rencana atau ketangguhan para sahabat, melainkan karena pertolongan Allah Yang Maha Agung.
Inilah pelajaran besar dari hijrah. Semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin kecil ia memandang dirinya dan semakin besar ia memandang Allah. Hijrah tidak melahirkan kesombongan, tetapi melahirkan ketundukan. Hijrah tidak menjadikan seseorang merasa hebat, tetapi menjadikan ia semakin mengagungkan Tuhannya.
Jika pada muhasabah sebelumnya kita diajak memprioritaskan Allah, maka hari ini kita diajak mengagungkan Allah. Sebab seseorang belum benar-benar mengutamakan Allah apabila di dalam hatinya masih ada sesuatu yang lebih besar daripada Allah. Mengutamakan adalah pilihan hidup, sedangkan mengagungkan adalah keadaan hati. Ketika Allah menjadi Yang Maha Agung dalam hati, maka seluruh kehidupan akan mengikuti arah itu.
Secara filosofis, manusia selalu mengagungkan sesuatu. Ada yang mengagungkan kekayaan sehingga seluruh hidupnya dihabiskan untuk mengejarnya. Ada yang mengagungkan jabatan sehingga rela mengorbankan prinsip. Ada yang mengagungkan popularitas sehingga takut kehilangan pujian manusia. Apa yang paling kita agungkan akan menentukan cara kita berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.
Padahal hanya Allah yang layak diagungkan tanpa batas. Ilmu manusia terbatas, tetapi ilmu Allah tidak berbatas. Kekuasaan manusia sementara, tetapi kekuasaan Allah abadi. Kemuliaan manusia dapat hilang, tetapi kemuliaan Allah tidak pernah berkurang sedikit pun. Karena itu, semakin seseorang mengenal Allah, semakin ia menyadari bahwa tidak ada yang pantas dibesarkan selain Allah.
Semangat hijrah pada bulan Muharam mengajak kita berhijrah dari mengagungkan dunia menuju mengagungkan Allah. Jangan sampai dunia yang kecil memenuhi hati kita, sementara Allah yang Maha Besar hanya hadir di lisan kita. Kalimat Allahu Akbar bukan sekadar ucapan dalam shalat atau azan, tetapi sebuah keyakinan bahwa Allah lebih besar daripada rasa takut kita, lebih besar daripada masalah kita, lebih besar daripada ambisi kita, dan lebih besar daripada seluruh isi dunia.