Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3403
Rabu, 6 Rabiul Tsani 1446
Tangan Menadah
Saudaraku, di samping acungan jempol dan mengangkat kedua tangan, bahasa tubuh yang juga lazim direngkuh oleh banyak orang adalah tangan menadah. Tangan menadah dilakukan dengan mengangkat kedua tangan dan telapak tangan dalam kondisi terbuka ke atas. Ya, benar, ini merupakan bahasa tubuh yang di antaranya menandakan sedang berdoa; memohon sesuatu kepada Allah.
Kita meyakini bahwa Allah zat yang maha tinggi, dan maha mengabulkan permohonan hamba-hambaNya. Maka saat berdoa memohon karuniaNya, kita menadahkan kedua belah tangan kita ke atas. Hal ini merupakan di antara adab berdoa.
Tentang di antara adab berdoa dengan menadah, mengangkat kedua tangan dapat dicermati pada riwayat berikut. Sa'ad bin Abi Waqash ra. berkata, "Kami bersama Rasulullah saw keluar dari Makkah menuju ke Madinah, dan ketika kami telah mendekati Azwara, tiba-tiba Rasulullah saw turun dari kendaraannya, kemudian mengangkat kedua tangan berdoa sejenak lalu sujud lama sekali, kemudian bangun mengangkat kedua tangannya berdoa, kemudian sujud kembali, diulanginya perbuatan itu tiga kali. Kemudian berkata: :Sesungguhnya saya minta kepada Allah supaya diizinkan memberikan syafa'at (bantuan) bagi umat ku, maka saya sujud syukur kepada Rabbku, kemudian saya mengangkat kepala dan minta pula kepada Allah dan diperkenankan untuk sepertiga, maka saya sujud syukur kepada Rabb, kemudian saya mengangkat kepala berdoa
minta untuk umatku, maka diterima oleh Allah, maka saya sujud syukur kepada Rabbu." (HR.Abu Dawud).
Bila berdoa atau memohon atau menghiba kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan, maka meminta(-minta) kepada sesamanya lazimnya menadah hanya dengan mengangkat satu tangan saja.
Bila memohon kepada Allah merupakan bagian dari akhlaq al-karimah nya seorang muslim, maka meminta-minta kepada sesama sebaiknya dihindari. Idealnya memohon apapun itu (seperti rezeki, pertolongan, kesembuhan, keturunan, harta, kedudukan, dll) ya hanya kepada Allah saja, karena Allah lah yang maha kaya, maha mengabulkan permohonan hamba.
Bila memohon atau permohonan kepada Allah, tak akan pernah sia-sia dan pasti dikabulkannya, maka meminta atau permintaan kepada sesama manusia bisa jadi membuat hati merana.
Saking sentral signifikansinya, sampai-sampai ada permohonan kepada Allah yang diformalkan menjadi ibadah mahdhah, yakni shalat. Makanya seluruh bacaan dan gerakan shalat menunjukkan permohonan dan menandakan betapa kerdilnya hamba di haribaan Rabbnya. Semoha kita menjadi lebih bijak. Aamiin ya Mujib al-Sailin
Tags:
Muhasabah Harian Ke-3403