Bahagia Menjadi Diri Sendiri

Muhasabah Harian Ke-43
Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3940
Rabu Hari Putih Ke-1, 13 Syawal 1447

Bahagia Menjadi Diri Sendiri
Saudaraku, kita ini dicipta oleh Allah sebagai diri yang  unik, tak ada yang menyamai dan tidak disamai oleh seorangpun. Maka tetap ada kelelahan ketika ingin menjadi orang lain.
Lelah ketika berusaha terlihat seperti orang lain; berusaha memenuhi standar orang lain; berusaha mendapatkan pengakuan seperti orang lain.

Ya, oleh karenanya, kita harus berkomitmen menjadi diri sendiri, kitapun berbisik "Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri…” ya, tentu, diri yang diciptakan oleh Allah dengan makna dan mengusung makna itu. Dan Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia, termasuk diri kita. “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4). Ayat ini adalah pengingat: bahwa diri kita sudah dirancang dengan keunikan, potensi, dan jalan hidup masing-masing. Maka menjadi diri sendiri bukanlah kekurangan, justru itulah keaslian yang Allah kehendaki.

Namun, sering kali kita merasa tidak nyaman bukan karena kekurangan diri, tetapi karena membandingkan diri dengan orang lain yang punya kelebihan. Melihat orang lain lebih sukses, lebih dihargai, lebih terlihat “sempurna” lalu kita merasa kurang. Padahal Rasulullah saw telah mengingatkan: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia), dan jangan melihat yang di atas kalian…”(HR. Bukhari dan Muslim). Mengapa hal itu penting? Ya, karena hal itu mengantarkan kita menjadi hamba yang bersyukur.

Karena perbandingan yang salah hanya akan melahirkan kegelisahan. Maka nenjadi diri sendiri adalah bentuk syukur. Ketika kita menerima diri kita, sesungguhnya kita sedang mensyukuri ciptaan Allah. Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu… (QS. Ibrahim: 7). Syukur bukan hanya pada harta dan keadaan, tetapi juga pada jati diri. Menerima diri bukan berarti berhenti berkembang, tetapi berkembang tanpa kehilangan keaslian.

Nyaman itu tanpa topeng, tanpa pura-pura. Tapi menjadi diri sendiri. Ini berarti: Tidak memaksakan diri untuk terlihat hebat, idak berpura-pura untuk disukai, tidak menyembunyikan kebaikan karena takut dianggap berbeda, tidak mengikuti arus jika itu menjauhkan dari kebenaran. Rasulullah saw adalah pribadi yang paling otentik. Beliau tidak meniru siapa pun, tetapi justru menjadi teladan bagi semua.

Ketika seseorang terlalu psibuk menjadi orang lain, ia akan: kehilangan arah hidup, kehilangan keikhlasan, kehilangan kedamaian batin. Karena sejatinya, hati tidak akan tenang jika tidak selaras dengan fitrahnya. Allah berfirman: “Maka tetaplah engkau dalam fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu…”(QS. Ar-Rum: 30)

Ikhtiar praktis menjadi diri sendiri agar kita benar-benar nyaman dengan diri kita. Pertama, mengenali potensi diri. Apa yang kita miliki adalah amanah, bukan kebetulan. Kedua, berhenti membandingkan secara berlebihan. Fokus pada perjalanan diri, bukan pencapaian orang lain. Ketiga, memperbaiki diri tanpa kehilangan keaslian. Menjadi lebih baik, bukan menjadi orang lain. Keempat, menjaga niat. Lakukan kebaikan karena Allah, bukan karena penilaian manusia. Kelima, menerima kekurangan dengan bijak. Karena kekurangan adalah ruang untuk bertumbuh.

Bahagia bukan ketika kita menjadi seperti orang lain, tetapi ketika kita menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Nyaman bukan karena semua sempurna, tetapi karena kita menerima diri dengan penuh syukur dan terus memperbaikinya dengan penuh harap.

Menjadi diri sendiri bukan berarti bebas tanpa arah, tetapi berjalan sesuai fitrah, sesuai nilai, sesuai tuntinan Nabi dan sesuai petunjuk Allah. Dan di situlah letak kebahagiaan yang sejati: ketika hati tidak lagi berpura-pura, ketika jiwa tidak lagi lelah menjadi orang lain, ketika kita berdiri apa adanya namun terus bertumbuh menuju ridha-Nya. Ya Allah, tuntunlah kami untuk mengenal diri kami, menerima diri kami, dan memperbaiki diri kami, hingga kami menjadi hamba-Mu yang autentik dan diridhai.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama