Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3400
Kuala Lumpur, Ahad 3 Rabiul Tsani 1446
Memaknai Sapaan
Saudaraku, di samping senyum, akhlak Islam juga menuntun kita umatnya untuk menjalin silaturahim. Dalam sosioanthropologis, bertegur sapa saat bersua dengan sesama saudara menjadi tuntunan kemukiaan. Bila sesama muslim bersaudara, dan idealnya bersilaturahim, bertegur sapa saat bersua, maka apalagi saudara dekat, seperti saudara kandung, sepupu, sekakek, sebuyut dan seterusnya.
Dalam normativitas Islam sudah amat gamblang kita dituntun untuk bertegur sapa dan tidak merusak hubungan silaturahim yang telah terjalin dengan antar sesama atau saling cuek membiarkannya. Nabi Sallallahu alaihi wasallam bersabda :
لا يحل لرجل أن يهجر أخاه المسلم فوق ثلاث ، يلتقيان فيعرض هذا ويعرض هذا وخيرهما الذي يبدأ بالسلام (رواه البخاري، رقم 5727 ومسلم، رقم 2560 )
“Tidak halal bagi seseorang apabila ia memutuskan hubungan dengan saudaranya sesama muslim melebihi tiga hari, keduanya saling bertemu namun saling mengacuhkan satu sama lain dan yang terbaik dari keduanya adalah yang memulai menegur dengan mengucapkan Salam.” (Hr. Bukhari, no. 5727 dan Muslim, no. 2560)
Wikipedia menyebut bahwa sapaan adalah cara bagi seseorang untuk secara sengaja mengkomunikasikan kesadaran akan kehadiran orang lain, untuk menunjukkan perhatian, dan/atau untuk menegaskan atau menyarankan jenis hubungan atau status sosial antar individu atau kelompok orang yang berhubungan satu sama lain.
Dengan demikian sapaan sebagai lanjutan dari senyuman keramahan mustinya benar-benar dilakukan atas kesadaran diri bahwa kita telah menghadirkan saudara atau seseorang, sekelompok orang dalam kehidupan kita.
Sapaan bisa dimulai dengan mengucapkan salam "assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuhu", lalu bertegur sapa misalnya dengan memanggil namanya, menanyakan kabar berita dan atau diri juga keluarga dan seterusnya.
Meski indah dan mesra, sapaan mungkin terasa sudah lazim, namun ketika kita berada di tempat baru yang relatif "asing", misalnya di bandara dan atau di negara lain, maka sapaan yang kita dapati apalagi menyebut nama kita, tentu memberikan kesan istimewa. Ya, tidak usah-usah jauh-jauh, di tempat kita sendiri saja ketika nama kita disebut, apalagi di sebuah acara tertentu, pasti memberian suasana hati dan ekspresi spesial yang mengesankan.
Coba bayangkan suatu saat kelak ketika nama kita disebut, apalagi dengan sebutan yang dirangkai dengan pujian sejuk membahagiakan. Ya semoga
Tags:
Muhasabah Harian Ke-3400