Saudi Kini

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 22 Zulkaidah 1444

Saudi Kini
Saudaraku, tercatat sejak Muhammad bin Salman (MBS) mulai berkuasa pada Januari 2015, terus mendorong perubahan di Arab Saudi. Lewat Visi 2030, MBS ingin mengubah total Arab Saudi menjadi lebih modern.

MBS kembali membolehkan perempuan bepergian tanpa harus didampingi kerabat priaatau mahram, bahkan kini menerbangkan seorang perempuan bernama Barnawi bersama orang Amerika ke antariksa. MBS juga berperan penting dalam penunjukkan Reema binti Bandar sebagai Duta Besar Arab Saudi di Washington DC sejak Februari 2023 yang lalu. Melalui kedua perempuan ini, Arab Saudi menunjukkan pada dunia sudah tidak ada lagi pembatasan terhadap perempuan di negara itu. Perempuan bisa mencapai dan menjadi apa saja di Arab Saudi. Ya, emansipasi wanita atau tahrirul mar'ah mulai bersemi di Saudi.

Kaum perempuan juga sudah terlibat di sektor-sektor publik, seperti di bandara memeriksa dokumen, di hotel menyambut kedatangan para jamaah yang datang. Demikian juga, di dunia perniagaan. Mereka yang berdagang atau menjadi pramuniaga di toko-toko, pulang pergi ke masjid, baik di masjid nabawi maupun masjidil haram.

Emansipasi wanita memang salah satu bagian dari Visi 2030. Pemberdayaan itu berarti Arab Saudi tidak lagi mengabaikan sebagian potensi tenaga kerja dan ekonominya. Arab Saudi berusaha memanfaatkan sebanyak-banyaknya potensi domestik untuk kemakmuran negara itu.

Melalui Visi 2030, MBS juga diwujudkan dengan mengubah paradigma pengelolaan haji dan umrah. Kompleks Masjidil Haram dan sekitarnya direnovasi besar-besaran. Sebab, MBS mau jemaah haji dan umrah dari berbagai negara asing bisa mencapai 30 juta orang per tahun pada 2030. Dari mereka, MBS menarget pendapatan setidaknya 15 miliar dollar AS per tahun.

Saudi Arabia negeri tandus gurun pasir, namun penduduknya sejahtera dan negeri yang penuh pesona. Terutama haramain kini sangat jauh dari sebelum covid 2019, apalagi empat belas abad yang silam. 
Gedung-gedung  pencakar langit memenuhi di hampir semua kota, terutama di sekitar haramain. Lembaga pendidikan juga didirikan dengan gedung amat megah, misalnya ummul qura, dab beberapa perguruan tinggi yang menawarkan beasiswa kepada mahasiswanya, baik strata 1, 2 maupun strata 3.

Bangunan lama diganti dengan bangunan baru dan canggih. Terowongan-terowongan dibuat menembusi gunung-gunung bercadas. Jalan layang dan jembatan tak terelakkan, dibangun untuk memperlancar transportasi beragam kendaraan dan mengurai kemacetan. Kecanggihan sistem it dan alat-alat yang digunakan untuk menunjang kehidupan, semua dokumen disimpan dalam barcode dan bersistem. 

Secara sosial budaya, sudah tampak para  perempuan di sektor-sektor publik, seperti di hotel saat menyambut kedatangan pata janaah yang menginap. Demikian juga mereka yang berdagang atau menjadi pramuniaga di toko-toko, pulang pergi ke masjid, baik di masjid nabawi maupun masjidil haram.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama