Muhasabah 2 Rabiul Tsani 1444
Cinta pada Orangtua
Saudaraku, cinta diri, cinta Nabi, cinta Ilahi sebagaimana telah diingatkan dalam halaqah muhasabah akhir-akhir ini mustinya juga merefleksi pada cinta pada orangtua, ibu ayah kita. Mengapa? Ya, di antaranya karena Allah dan rasulNya mengajarkannya.
Banyak sekali ayat juga riwayat yang menuntun agar kita mencintai orangtua dengan cara takdhim, berbakti dan berbuat baik kepada keduanya. Di antaranya Allah berfirman Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS Al-Isra 23-24).
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” (QS Al-Nisa' 36).
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu." (QS Lukman 14)
Bahkan ketika keduanya atau salah seorang di antaranya menyuruh berbuat jahat, sebagai anak musti tetap menghormati meski tidak melakukan perintahnya. "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Ku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS Lukman 15)
"Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)."
Saking tingginya kedudukan dan kemuliaan orangtua dalam tuntunan Islam, sampai-sampai Nabi saw bersabda: “Ridha Allah itu di dalam ridha orang tua, dan ketidakridhaan Allah itu di dalam ketidakridhaan orang tua,” (HR Al-Turmudzi)
Kecintaan kita terhadap orangtua itu musti tanpa sekat, tampa batas area dan masa hatta keduanya setelah berpulang ke HaribaanNya sekalipun. Terdapat sebuah riwayat, Wahai Rasulullah, apa masih ada cara berbakti kepada orang tua setelah meninggal?” Beliau menjawab: Ya, dengan mendoakan, meminta ampun untuknya, melaksanakan wasiatnya, menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali jalan mereka dan memuliakan teman-temannya,” (HR Abu Daud).
Kecintaan kita kepada orangtua menjadi praktik baik sekaligus menjadi interaksi edukatif sehingga sikap yang sama akan kita peroleh dari anak-anak kita. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda: Berbuat baiklah kepada orang tua-orang tua kalian maka anak-anak kalian akan berbuat baik kepada kalian, dan jagalah diri kalian (dari zina), maka istri-istri kalian akan terjaga (dari zina),” (HR Al-Thabarani).
Karena siapapun kita ini anak dari orangtua kita, maka diharapkan menjadi anak yang cerdas mencintai orangtua. Aamiin ya Mujib al-Sailin
Tags:
Muhasabah