Muhasabah 6 Safar 1444
Amanah Membangun
Saudaraku, dalam memikul amanah kekhalifahan di muka bumi, manusia juga berkewajiban membangun. Membangun itu berupaya melakukan amaliyah positif apapun demi kebaikan, kemajuan, keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, kelestarian dan tegaknya peradaban yang adi luhung.
Dalam praktiknya musti ada proses perubahan yang mencakup seluruh aspek kehidupan, fisik maupun non fisik, aspek politik, sosial, budaya, ekonomi, pertahanan, keamanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, hingga aspek infrastruktur.
Dalam rangka membangun, secara formal, pemerintah atau institusi resmi biasanya membuat perencanaan, baik untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang atau rencana operasional (renop) tahunan, rencaana strategis (renstra) lima tahunan dan rencana induk pengembangan (RIPnya) 25 tahunan.
Kini, pembangunan aspek fisik sudah terlihat jelas betapa cepat akselerasinya ditandai dengan tegak dan dibangunnya berbagai-bagai sarana prasarana, infrastruktur semakin lengkap, memadahi dan modern. Kesemua ini, tentu diharapkan dapat memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya sekaligus mensejahterakannya.
Pembangunan non fisik, di antaranya yang paling penting adalah membangun jiwa sumber daya manusia (sdm) negeri ini. Tentu juga di setiap bangsa mengalami dinamikanya tersendiri. Dan di atas segalanya, dalam membangun jiwa sdm negeri ini mengkristal pada karakter bangsa, maka kini terus diuji dan dipertaruhkan untuk mempertahankan eksistensi nilai-nilai yang adiluhung yang telah tercipta. Oleh karenanya pendidikan karakter (baca akhlak) terus mengemuka.
Mengapa pembangunan sdm dan mengapa ranah akhlah yang menjadi keyword pada pembangunan non fisik? Ya, karena inilah yang menjadi jati diri manusia dan identitas bangsa. Semoga kita mampu mengemban amanah membangun ini, setidaknya dimulai dari diri sendiri. Aamiin ya Mujib al-Sailin
Tags:
Muhasabah Harian