Muhasabah 4 Safar 1444
Amanah Mewariskan Bumi
Saudaraku, dalam perannya sebagai khalifah di muka bumi, di samping mengelola dan memakmurkannya, manusia juga mengemban amanah untuk mewariskan bumi ini. Hal ini, karena kita juga telah mewarisi bumi dari generasi orangtua kita, maka tentu juga memiliki amanah untuk mewariskan kepada generasi anak cucu kita.
Sebagai generasi yang telah mewarisi bumi ini dari generasi pendahulu kita, tentu harus berperan ganda yakni sebagai penerus dan pengganti. Dalam kapasitasnya sebagai penerus, kita akan terus berikhtiar meneruskan praktik baik dari para pendahulu kita dalam memakmurkan dan mengelola bumi. Sedangkan dalam kapasitasnya sebagai pengganti, kita akan mengganti, merevisi dan memperbarui berbagai ragam kebijakan atau program atau sanpras yang tidak relevan lagi dengan kondisi zaman lantaran perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Besarnya perhatian dan tanggungjawab para pendahulu kita telah terbukti, mereka berikhtiar semaksimal mungkin untuk memakmurkan dan mengelola bumi sehingga dengan bangga mereka mewariskannya kepada kita. Tentu, begitu juga halnya kita, akan berikhtiar semaksimal mungkin, secerdas mungkin dan seikhlas mungkin agar bumi yang kita huni dapat menjadi bumi yang merahmati dan memberkahi bagi seluas-luasnya kehidupan, tidak hanya bagi manusia tetapi seluruh makhluk ciptaan Allah ta'ala.
Lihatlah para pendahulu kita, ternyata telah mewariskan bumi dengan seluruh perbendaharaan di dalamnya yang amat terjaga kepada kita. Mereka tidak mengeksploitasi dan menghabiskan untuk kepentingan mereka, meski bisa mereka lakukan apalagi dengan mengatasnamakan untuk pembangunan. Mereka amat peduli atas kekestarian bumi sehingga orangtua kita mewariskan dengan ikhlas dan kita mewarisinya dengan gembira hati.
Regulasi untuk memakmurkan bumi dan mengelolanya disusun dan disepakati; segala ikhtiar juga dilakukan tanpa henti sehingga kita tinggal meneruskan saja yang masih relevan dan merevisi bila ada yang tidak sesuai lagi.
Kini, ketika sudah berperan sebagai orangtua, tentu, kita berikhtiar dan berdoa agar dapat mewariskan sesuatu yang berharga, baik itu materi (seperti harta benda, rumah, kendaraan, lahan dan segala perbendaharaan di bumi ini) maupun immateri (seperti nilai-nilai keluhuran, kebajikan, kebijakan, keshalihan, dan kecerdasan). Mengapa ini yang kita lakukan? Ya, agar kita setidaknya berusaha memastikan anak-anak kita akan menjadi sebagai generasi yang kuat, bukan generasi yang lemah sebagaimana disinggung dalam al-Qur'an.
Allah berfirman yang artinya, Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Qs. Al-Nisa' 9)
Semoga kita menjadi orangtua yang bijak dan senantiasa takdhim ke generasi orangtua dan menyayangi generasi anak cucu kita. Aamiin ya Mujib al-Sailin
Tags:
Muhasabah Harian