Keberkahan Shalat Isya

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 2 Rajab 1443

Keberkahan Shalat Isya'
Saudaraku, karena secara umum manusia beraktivitas di siang hari maka dikenal sebagai makhluk siang hari. Bila siang hari untuk beraktivitas, maka malam hari lazimnya digunakan untuk istirahat. Kapan waktu istirahat (baca tidur) yang berkah? Dalam sebuah riwayat dari ‘Aisyah ra, “Nabi saw biasa tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam, lalu shalat.” (HR. Bukhari Muslim). Dan di riwayat lain dari Abu Barzah ra, bahwasannya Rasulullah saw membenci tidur sebelum shalat isya dan mengobrol setelahnya.” (Hr. Bukhari Muslim).

Jadi, shalat Isya menjadi di antara penanda sekaligus aktivitas bermakna di penghujung hari efektif. Anggap saja sebagai pinger, sowan, untuk menyatakan hadir setelah beraktivitas seharian. Dan inilah secara berkala mesti menyatakan kehadiran kita sebagai hamba ke atas Rabbuna. Mengapa aktivitas harian harus ditutup dengan pinger atau sowan kepada Allah melalui shalat Isya? 

Ya, secara eksternal di antaranya terjadi perubahan kondisi alam menjadi suasana gelap gulita. Dan secara internal setelah Isya sudah harus memberi hak dan kebutuhan diri untuk beristirahat. Apalagi, secara lahiriyah situasi dan keadaan memang sangat kondusif untuk istirahat. Udara dan semilir angin yang dingin merasuk, gelapnya malam bagaikan selimut yang nenutupi, bunyi-bunyian yang bersahutan dari suara hewan, burung atau serangga bagaikan musik yang mengantarkan tidur insani dan alam sekitar seolah membisu menciptakan keheningan malam nan syahdu. Di samping itu, secara internal, diri manusia juga perlu mengistirahatkan dirinya setelah seharian beraktivitas memenuhi hajad kehidupannya.

Allah berfirman yang artinya Dan Dialah yang menjadikan untuk kamu malam sebagai pakaian dan tidur sebagai pemutus dan Dia menjadikan siang untuk bertebaran”.(Al-Furqan:47)
Allahlah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang…” (QS. Al-Mu’minun: 61)
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Al-Ruum 23)

Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi?Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An-Naml:86).
Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.” (QS. Yunus: 67).

Karena menjadi di antara amalan di penghujung hari, maka shalat Isya menjadi penting dan membawa keberkahan yang bertambah-tambah. Keberkahan shalat secara umum seperti yang telah diingatkan dalam tema muhasabah yang baru lalu, tentu secara otomatis juga menjadi di antara keberkahan shalat Isya.

Secara khusus, keberkahan shalat Isya di antaranya disebutkan dalam sebuah riwayat Rasulullah saw bersabda yang artinya, Berikanlah kabar gembira untuk mereka yang berjalan melaksanakan shalat di gelapnya malam, bahwa ia akan diberikan cahaya sempurna di dunia dan di akhirat."(Hr Abu Daud No. 561 dan Tirmidzi No. 223)

Orang-orang yang mendirikan shalat Isya (dan Subuh) dalam kegelapan, apalagi dilakukan secara berjamaah, maka akan memperoleh obor kehidupan sehingga terang benderang, sehingga hidup menjadi mudah dan berkah Betapa dahsyatnya shalat Isya. 

Keberkahan lainnya Rasulullah saw pernah bersabda, "Barang siapa shalat Isya berjamaah, maka ia bagaikan shalat (sunah) setengah malam, dan barang siapa shalat Subuh secara berjamaah, maka ia bagaikan shalat (sunah) semalam penuh." (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Meskipun keberkahannya sangat menjanjikan, namun dua shalat tersebut (Isya dan Subuh) sangat berat bagi orang munafik sehingga wajar ketika dapat istikamah ditunaikan dapat menjadi bukti kekuatan iman hamba-hambaNya. 

Rasulullah saw bersabda yang artinya, "Shalat terberat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh. Kalau mereka tahu pahala yang Allah siapkan dalam kedua shalat itu, maka mereka akan mendatanginya, meskipun dengan merangkak. Sungguh, aku benar-benar hendak memerintahkan seseorang untuk menjadi imam shalat, kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar kepada suatu kaum yang tidak hadir shalat berjamaah, lalu aku membakar rumah-rumah mereka." (HR Muslim).

Semoga keberkahan Shalat Isya selalu dapat selalu kita rengkuh secara maksimal. Kini di keheningan dini hari ini, mari kita segera bangun untuk menjemput karunia Allah ta'ala, guna menyucikan hati kita, mengasah akal budi kita, menyehatkan fisik kita. Pastikan segera bersuci, mengambil air sembahyang; mengenakan pakaian indah yang kita miliki untuk "sowan" menghadap pada Allah melalui shalat malam, dzikir, tilawah Qur'an,  bermunajat kepada Allah memohon ampunan dan berharap agar Allah memberi hidayah kepada kita sehingga fisik kita sehat wal afiat, rezeki melimpah, ilmu dan hikmah neluas, dan hati senantiasa bersyukur. Aamiin ya Rabb

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama