Muhasabah 12 Rajab 1443
Keberkahan Shalat Tahiyatul Masjid
Saudaraku, betapa mulianya menjadi orang Islam bersersh diri pada Allah, apalagi muslim yang beriman pada ketetapan Allah, apalagi mukmin yang beramal shalih karena Allah, apalagi muslih yang ikhlas lillahi ta'ala. Dengan demikian orang menjadi mulia dan dimuliakan itu ketika ada relasi dengan penyerahan diri pada Allah, keyakinan yang menghunjam di hati, amal shalih hari-hari dan keikhlasan menggapai ridha Ilahi. Nah intinya kemuliaan itu diperoleh bila terikat atau diikat dengan Allah. Begitu juga meniscaya pada lainnya, termasuk kemuliaan masjid.
Mengapa masjid menjadi mulia dan dimuliakan? Iya di antaranya, karena masjid adalah tempat sujud, tempat untuk ta'abud ilallah, beribadah menyembah Allah. Karena Allah maha suci mencintai kesucian maka masjid yang rumah Allah itu menjadi tempat suci. Di masjidlah tempat berkumpulnya orang-orang suci atau setidaknya tempat orang-orang yang berusaha mensucikan diri, tazkiyatun nafs.
Dalam historisitas Islam, masjid merupakan pranata utama dan pertama bagi terselenggaranya pendidikan yang diinisiasi dan digunakan secara formal oleh kekuasaan Islam awal. Bacalah! Pasti bermula di masjid, nabi menegakkan shalat jumat dan memberikan pendidikan pengajaran secara resmi kepada para sahabatnya, sehingga dalam perkembangan selanjutnya masjid menjadi centre of civilization.
Secara alamiah, dari masjid muncul "semacam circles ilmiah", halaqah-halaqah ilmu, zawiyah, suffah, ribath, qanqah yang pada gilirannya melahirkan ulama-ulama besar dalam beragam disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu naqliyah (seperti tafsir, hadits, fiqh, ushul fiqh, akhlak tasawuf), maupun ilmu-ilmu aqliyah (seperti ilmu strategi perang, strategi bertahan, ilmu seni arsitektur, teknik, matematika, kimia, fisika, ilmu falaq, ilmu hayat, ilmu bumi, perbintangan, pertanian, perekonomian, kesehatan, kedokteran...).
Lihatlah ibukota negara pertama dalam Islam, nation state Madinah di sana terdapat masjid Nabawi, sebagai cikal bakal centre of civilization Islam pertama. Dari sini, kemudian bersemi menembusi dan merahmati seluruh negeri. Untuk bukti ini kita bisa menginventaris masjid-masjid raya yang berkedudukan di ibukota kekuasaan Islam yang mengemban peran peradaban Islam.
Pusat-pusat peradaban Islam berawsl dari Masjidil Haram di Makkah al-Mukaramah, Masjid Nidzamiyah di Bagdad, Masjid Al-Azhar di Mesir, Masjid ibukota di Cordoba, Masjid ibukota Sevilla, Masjid ibukota Granada, Masjid ibukota Toledo, Masjid ibukota di Sicilia, Masjid Sulaimaniyah di Turki Ustmani, Masjid ibukota Syafawi di Persia, Masjid Raya Baiturrahman di ibukota Kerajaan Aceh, Masjid ibukota Mughal di India dan masjid di seluruh negeri. Universitas Islam lahir dari sini.
Karena digunakan untuk shalat berjamaah (jam'iyah), pendidikan pengajaran, riset, temu ilmiah di perpustakaan dan di laboratorium, maka masjid menjadi cikal bakal universitas (al-jami'ah) yang menawarkan beragam disiplin ilmu untuk menopang kehidupan yang modern dan berkeadaban.
Hanyasaja sejarah seolah lupa akan peran dan kedudukan masjid yang sesungguhnya, sehingga menjadi tempat ibadah yang amat terbatas, bahkan ada masjid yang dibuka saat jumat saja. Meski demikianpun, karena tetap menjadi tempat sujud dalam rangka menyembah Allah ta'ala, maka masjid tetap mulia dan dimuliakan.
Mencermati latar sejarah dan kedudukan masjid seperti diilustrasikan di atas, maka kita bisa memahami mengapa Islam sejak aesl mula menuntun kita agar menghormati masjid. Di antara penghormatan kepada masjid yang lazim dilakukan adalah dengan mengerjakan shalat tahiyatul masjid. Iya shalat dua rakaat sebaiknya segera dilakukan setelah memasuki masjid dan sebelum duduk.
Rasulullah bersabda; Jika salah satu dari kalian telah memasuki masjid, maka janganlah ia duduk sehingga melaksanakan shalat dua rakaat," (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Bila kita merenungkan tentang peran dan kedudukan masjid dalam Islam, maka sejatinya di antara keberkahannya sama dengan kita menghormati yang empunya masjid yakni Allah. Shalat - tahiyatul masjid - merupakan bakti dan bukti kita mengabdi pada Allah. Apalagi kita menyadari bahwa sejatinya shalat itu ya ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah jua.
Keberkahan shalat tahiyatul masjid berikutnya adalah sama dengan keberkahan menghormati atau menyampaikan takdhim kita kepada orang-orang suci, para ulama, para guru yang mendidik kita menjadi tahu diri. Mengapa? Ya, di antaranya merrka juga berkidmat luar biasa dan hatinya terpaut pada masjid.
Keberkahan shalat tahiyatul masjid lainnya sama dengan menghormati (baca mengapresiasi, mencintai) iman, ilmu dan amal yang ketiganya bersumber dari masjid. Melalui masjidlah iman disemai dimantapkan kepada khalayak; melalui masjid ilmu pengetahuan diajarkan didiskusikan dan diapresiasi tinggi; melalui masjid amal shalih dikukuhkan ditebar merahmati seluruh negeri.
Allahu a'lam
Tags:
Muhasabah Harian