Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 10 Rajab 1443
Keberkahan Shalat Jumat
Saudaraku, tidak hanya dalam durasi harian saat mana ditunaikan shalat Allah melimpahkan keberkahan kepada hamba-hambaNya, tetapi juga dalam durasi pekanan, tahunan, bahkan sepanjang kehidupan. Oleh karena itu, ijinkan Loentuan mengulangingati diri dalam muhasabah hari jumat ini dengan mengangkat tema keberkahan shalat jumat. Ya shalat yang hanya ditunaikan di hari Jumat waktu dhuhur saja tidak pada selainnya.
Allah berfirman yang artinya, Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Qs. Al-Jumuah 9).
Merujuk pada normativitas yang terjemahannya tertera di atas di antaranya dapat dipahami bahwa setelah memenuhi hajatan horisontal melalui muamalah, maka hajatan vertikal melalui shalat harus diindahkan. Ketika relasi horisontal dan relasi vertikal ini dapat dikukuhkan maka kebaikan akan dapat terus dirasakan hamba-hambaNya. Di antara kebaikan sebagai keberkahan shalat jumat yang dapat dirasakan adalah.
Pertama, menjadi media pengampunan dosa. Memohon ampunan sejatinya sudah lazim dilakukan saban hari, namun dalam durasi berkala, seperti dalam pekanan, bulanan, tahun tetap dihajadkan. Di samping untuk menyatakan keterbatasan diri terhadap ketidakmaksuman, juga untuk membuktikan komitmen di seluruh waktu selalu bahwa kita senantiasa berusaha mensucikan diri. Maka dalam durasi pekanan juga menghajadkan permohonan ampunan dari Allah. Dan ternyata melalui ibadah shalat jumat, maksud dan tujuan ini terpenuhi.
Diriwayat dari Salman Al-Farisi ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya kemudian memakai wewangian lalu menuju ke mesjid dimana dia tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk di mesjid) lalu dia shalat sesuai dengan yang ditetapkan Allah (sekemampuannya) kemudian jika imam keluar dari tempatnya untuk berkhutbah dia diam mendengarkan khutbah niscaya akan diampuni dosanya yang terjadi di antara kedua Jumat” (HR. Bukhari)
Kedua, media dakwah wa tarbiyah. Sejatinya menyemarakkan dengan hadir saja pada ibadah jumat di madjid sudah bagian dari syiar dan dakwah Islam. Apalagi dalam kaifiyatnya terdapat rukun yang harus ditunaikan oleh khatib yakni untuk menyampaikan wasiat takwa, maka syiar dakwah dan pendidikan menjadi sangat signifikan pengaruhnya bagi kemajuan peradaban umat Islam.
Dalam praktiknya, karena tidak ada kurikulum yang mengikat, maka materi wasiat takwa di hari jumat juga seluas Islam, seluas kehidupan manusia demi meraih kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Oleh karenanya jamaah diharapkan dapat mengamalkan dan meneruskannya "pengajarannya" kepada isteri dan anak-anak perempuannya di rumah.
Ketiga, menjadi hari raya, Eid. Dari Ibnu Abbas ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya hari ini (Jumat) Allah menjadikannya sebagai hari Ied bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang menghadiri shalat Jumat hendaknya mandi, jika ia memiliki wangi-wangian maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah” (HR. Ibnu Majah dan haditsnya dinyatakan hasan oleh Al-Albani)
Di samping sebagai hari pengampunan dosa sehingga diri menjadi tak berdosa atau fitrah kembali dan ini sebagai pangkal kebahagiaan, jumat juga sebagai hari raya, hari Eid. Apalagi setelah hari Kamis kemarin kita dapat berpuasa sunnah. Inilah di antara keberkahan puasa sunnah kamis yang kita nikmati pada hari jumat yang mulia ini.
Karena bernilai "hari raya, hari Eid", maka sebaiknya kita tidak mengkhususkan berpuasa di hari Jumat. Dari Abu Hurairah ra berkata, aku mendengar Nabi Muhammad saw bersabda, “Jangan kalian mengkhususkan berpuasa pada hari Jumat kecuali jika engkau juga berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ya, hari raya itu karena kita bebas dari dosa baik dosa horisontal maupun apalagi dosa vertikal, sehingga merasa bahagia. Luapan kebahagiaan ini, di antaranya kita tunaikan shalat jumat, bersilaturahim antar sesama di masjid, saling bermaafan dan di rumah diizinkan makan minum sekedarnya (tidak mengkhususkan puasa) di hari Jumat yang mulia.
Dalam rangka menyambut sekaligus menjemput keberkahan shalat jumat sebentar siang nanti, mari sekarang ini kita segera bangun dari tidur nyenyak kita, guna menyucikan hati, mengasah akal budi, dan menyehatkan fisik kita. Pastikan segera bersuci, mengambil air sembahyang; mengenakan pakaian indah yang kita miliki untuk "sowan" menghadap pada Allah melalui shalat malam, dzikir, tilawah Qur'an, bermunajat kepada Allah memohon ampunan dan berharap agar Allah memberi hidayah kepada kita sehingga fisik kita sehat wal afiat, rezeki melimpah, ilmu dan hikmah meluas, dan hati senantiasa bersyukur. Aamiin ya Rabb
Tags:
Muhasabah Harian