Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 7 Rajab 1443
Keberkahan Shalat Jamak
Saudaraku, sebagaimana diyakini bahwa shalat lima kali sehari semalam yakni Isya Subuh Lohor (baca dzuhur) Ashar dan Magrib (disingkat ISLAM, maksudnya orang Islam seharusnya ya shalat Isya, Subuh, Lohor, Ashar, Magrib) merupakan kewajiban bagi setiap orang Islam. Oleh karenanya secara umum shalat tidak boleh ditinggalkan sebagiannya apalagi seluruhnya. Seandainya Isya ditinggalkan, maka bukan ISLAM namanya tapi SLAM, bila Isya dan subuh diabaikan tinggal LAM, bila Isya Subuh Lohor terlantar maka tinggal AM saja, bila hanya shalat magrib saja berarti hanya huruf M saja. Shalat apapun yang ditinggalkan menyebabkan ISLAM nya tidak bunyi, tidak sempurna.
Saking pentingnya ISLAM, maka ia harus direngkuh saban hari. Bahkan untuk menjaga konsistensi keterpenuhan kewajiban shalat fardhu lima kali sehari semalam, sampai-sampai Allah mempermudah penunaiannya pada saat-saat tertentu. Misalnya karena untuk shalat harus ada wudhu, bila tidak ada air maka diizinkan dengan bertayamum. Dalam pelaksanannya kita boleh membaca surat atau ayat yang mudah, bila tidak sanggup berdiri maka shalat boleh dikerjakan dengan duduk. Bila dudukpun sudah sulit maka boleh dengan berbaring, gerakannya dilakukan dengan isyarat saja. Bahkan dispensasi sebagai kemudahan yang disediakan Allah atas orang-otang beriman tidak sampai di sini. Inilah keberkahan berislam.
Ternyata demi meringankan urusan hamba-hambaNya terutama saat dalam kondisi matsaqah (baca ada alasan syar'i yang membolehkan seperti sulit), Allah mengizinkan shalat jamak dan qashar dan atau shalat jamak qashar.
Pertama, shalat jamak. Salat jamak sendiri artinya menggabungkan kedua shalat dengan jumlah rakaat sama seperti yang biasanya dilakukan. Jadi menggabungkan pelaksanaan dua shalat yakni shalat dhuhur dan ashar dalam satu waktu atau magrib dan isya dalam satu waktu. Bila dilakukan pada waktu shalat awal (dhuhur atau marib) namanya jamak taqdim, dan bila dilakukan pada waktu shalat akhir (ashar atau isya) namanya jamak ta'khir.
Kedua, shalat qashar. Shalat qashar artinya melakukan shalat wajib dengan meringkas jumlah rakaatnya menjadi dua rekaat, khusus shalat yang rekaatnya empat, yakni dhuhur, ashar dan isya. Shalat magrib dan subuh tidak boleh diringkas lagi.
Ketiga, shalat jamak qashar. Inilah dispensasi yang masih disediakan oleh Allah. Dalam kondisi tertentu diizinkan shalat dengan cara menjamak (menggabungkan pelaksanaannya) sekaligus mengqashar (meringkaskan rekaatnya).
Shalat dzuhur dan ashar, dikerjakan di waktu dzuhur, nananya jamak taqdim. Jika niat jamak saja, tanpa meringkas (qashar) salat, berarti dikerjakan empat rakaat dzuhur hingga salam, dan 4lempat rakaat ashar. Jika berniat mengerjakan jamak qashar, berarti dikerjakan dengan dua rakaat dzuhur lalu salam dan dilanjutkan dua rakaat untuk ashar.
Shalat maghrib dan isya, dikerjakan di waktu maghrib. Niat shalat jamak maghrib dan isya tanpa qashar, berarti tiga rakaat maghrib lalu salam dan enpat rakaat Isya. Bila berniat mengerjakan jamak qashar, maka shalat dikerjakan dengan tiga rakaat maghrib lalu salam dan dilanjutkan dengan dua rakaat untuk Isya.
Kalau dengan beragam kemudahan seperti yang sudah disediakan oleh Allah di atas, masih saja ditinggalkan atau dimudah-mudahkan, maka rasanya kok kebangetan bin keterlaluan tenan. Jadi kemudahan yang disediakan Allah ini merupakan di antara keberkahannya. Coba dirasa-rasa harusnya mengerjakan di dua waktu, tapi kali ini boleh di satu waktu sehingga waktu lainnya dapat digunakan untuk aktivitas bermakna yang sedang ditunaikan.
Sudahlah boleh mengerjakan di satu waktu, masih diizinkan meringkas lagi dari empat menjadi dua. Nah di sini luar biasa berkahnya bukan? dua dinilai empat.
Kita tidak diajarkan untuk menjamak atau menqashar shalat subuh, apalagi menjamakqashar, maka kini mari kita bersiap diri menunaikannya. Mari kita segera bangun untuk menjemput karunia Allah ta'ala, guna menyucikan hati kita, mengasah akal budi kita, menyehatkan fisik kita. Pastikan segera bersuci, mengambil air sembahyang; mengenakan pakaian indah yang kita miliki untuk "sowan" menghadap pada Allah melalui shalat malam, dzikir, tilawah Qur'an, bermunajat kepada Allah memohon ampunan dan berharap agar Allah memberi hidayah kepada kita sehingga fisik kita sehat wal afiat, rezeki melimpah, ilmu dan hikmah meluas, dan hati senantiasa bersyukur. Aamiin ya Rabb
Tags:
Muhasabah Harian