Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 16 Rajab 1443
Keberkahan Shalat Istikharah
Saudaraku, dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini kita seringkali dihadapkan pada beberapa pilihan yang sulit untuk memastikan kemaslahatannya lebih luas bagi diri, keluarga dan sesamanya. Sebagai seorang muslim, kita dituntun untuk berpikir, menimbang-nimbang, memilah memilih dan menentukan mana yang terbaik di antara pilihan yang baik.
Bila secara "ijtihadiyah" dengan mengandalkan rasionalitas bahkan akal "mustafad" sekalipun belum menemukan jawabannya, maka kita dituntun bermujadah dengan memaksimalkan kekusyukan dalam berdoa seraya mengharap hidayah dari Allah melalui shalat istikharah.
Mengapa demikian? Iya, di antaranya karena dengan mengerjakan shalat istikharah, berarti kita mengadukan hal ikhwal hidup dengan segala pernak pernik yang melingkupinya kepada Allah zat yang maha hidup dan zat yang maha menghidupkan makhluk-makhlukNya. Pilihan terbaik mana yang harus diikuti oleh hamba-hambaNya tentu dalam genggamanNya, biarlah Allah menunjuki kita. Maka melalui shalat istikharah kita memohon petunjukNya, memohon hidayahNya, memohon belas kasihNya sehingga kita dianugrahi kemampuan untuk memutuskan segala sesuatu yang terbaik bagi kita, keluarga dan sesama. Dengan shalat istikharah, kita ditunjukkan pada putusan win win solution, memuaskan dan berkah memberkahi, tanpa ada yang merasa ditinggalkan apalagi disakiti didhalimi. Inilah shalat istiharah, wujud ikhtiar dengan menyertakan Allah dalam setiap putusan terbaik untuk menjalani hidup dan kehidupan ini
Ya shalat istikharah, sunah yang dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah ketika ragu menentukan atas beberapa pilihan atau saat akan memutuskan sesuatu hal penting demi kebahagiaan, baik di dunia maupun apalagi di akhirat.
Meskipun ruang lingkup pilihan tidak dibatasi, namun tentu tidak pada yang sudah jelas kebenarannya. Pilihan, tentu hanya pada alternatif pilihan yang semuanya baik; tidak pada pilihan yang sudah jelas kebenarannya atas selainnya; tidak pada pilihan jalan yang ditunjuki atas jalan yang dilaknat atau dimurkai. Maka, shalat istikharah tidak pada penentuan pilihan keimanan (menjadi mukmin) atau kekafiran (menjadi kafir); tidak pada penentuan pilihan mengerjakan shalat atau meninggalkannya; membayar zakat atau tidak; mendaftar haji atau tidak; menikah atau menjomblo.
Kita dapat shalat istikharah untuk menentukan di mana ia sebaiknya sekolah/ kuliah, siapa yang lebih maslahah menjadi jodohnya, usaha bidang apa yang lebih berkah memberkahi, perusahaan mana yang lebih baik dipilih atau pilihan lainnya. Setelah shalat istikharah, maka dengan izin Allah kita akan diberi kemantapan hati dan sinyal tertentu dalam menentukan pilihan mana yang sebelumnya sempat meragukannya.
Shalat istikharah dapat dikerjakan kapan saja kecuali waktu-waktu terlarang yang lazim, ditunaikan dalam dua rakaat sekali salam. Namun, tentu, di sepertiga terakhir malam tetap lebih disukai. Di keheningan malam, shalat menjadi lebih kondusif, berdoa usai shalat menjadi penting.
Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita ; ‘Rasulullah saw pernah mengajarkan istikharah kepada kami dalam (segala) urusan, sebagaimana beliau mengajari kami surat dari Al-Qur’an. Nabi bersabda.
“Jika salah seorang di antara kalian berkeinginan keras untuk melakukan sesuatu, maka hendaklah dia mengerjakan shalat dua rakaat di luar shalat wajib, dan hendaklah dia mengucapkan : (‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk kepada-Mu dengan ilmu-Mu, memohon ketetapan dengan kekuasan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang sangat agung, karena sesungguhnya Engkau berkuasa sedang aku tidak kuasa sama sekali, Engkau mengetahui sedang aku tidak, dan Engkau Mahamengetahui segala yang ghaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (kemudian menyebutkan langsung urusan yang dimaksud) lebih baik bagi diriku dalam agama, kehidupan, dan akhir urusanku” –atau mengucapkan : “Baik dalam waktu dekat maupun yang akan datang-, maka tetapkanlah ia bagiku dan mudahkanlah ia untukku. Kemudian berikan berkah kepadaku dalam menjalankannya.
Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agama, kehidupan dan akhir urusanku” –atau mengucapkan: “Baik dalam waktu dekat maupun yang akan datang-, maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkan aku darinya, serta tetapkanlah yang baik itu bagiku di mana pun kebaikan itu berada, kemudian jadikanlah aku orang yang ridha dengan ketetapan tersebut), Beliau bersabda : “Hendaklah dia menyebutkan keperluannya” (HR. Bukhari)
Nah, di antara keberkahan shalat istikharah adalah ketetapan hati untuk bersikap sehingga tidak ragu-ragu dan bimbang dalam menjalani hidup ini. Di samping itu, tentu tidak kunjubg penyesalan di kemudian hari, karena sudah melibatkan Allah dalam setiap putusan penting yang kita tempuh.
Dan muara dari keberkahan shalat istikharah adalah ketentraman hati (baca kebahagiaan sejati atau meraih surga). Aamiin