Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 18 Rajab 1443
Keberkahan Shalat Fajar
Saudaraku, dalam sebuah hadits, Jabir bin Samurah meriwayatkan bahwa sesungguhnya di antara kebiasaan Nabi adalah duduk di tempat shalatnya setelah shalat fajar (subuh) sampai matahari agak meninggi (HR Muslim). Dalam riwayat lain disebutkan, dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Ketika shalat fajar (subuh) pada hari Jumat, Nabi saw membaca Alif Lam Mim (surah al-Sajdah) dan Hal ata ‘ala al-insan hinum mina al-dahri (surah al-Insan). (HR Bukhari dan Muslim).
Bila merujuk pada riwayat di atas, maka yang dimaksud shalat fajar adalah shalat subuh yang sifatnya fardhu. Allah berfirman, Dan dirikanlah shalat fajar (subuh). Sesungguhnya shalat fajar itu disaksikan (oleh para malaikat).'' (QS Al-Isra' 78).
Jadi shalat subuh atau shalat fajar (bahasa Arab: صلاة الصبح atau صلاة الفجر) adalah salah satu shalat wajib dari shalat lima waktu yang dilakukan pada saat fajar sampai menjelang matahari terbit. Sedangkan shalat sunah 2 rakaat sebelum shalat subuh adalah shalat sunah fajar. Jadi shalat fajar dilakukan saat fajar siddiq, maka kalau merujuk shalat fardhu berarti shalat subuh, tetapi kalau yang dimaksudkan shalat sunah, maka secara umum merujuk pada shalat sunah qabliyah subuh yang juga ditunaikan dalam dua rakaat.
Dalam pemikiran subyektif loentuan, untuk memperoleh keberkahan shalat fajar sebaiknya dua-duanya dikerjakan, baik yang shalat sunah qabliyah yang dikerjakan sendiri-sendiri maupun shalat subuh yang dikerjakan secara berjamaah. Mengapa, kita sangat dianjurkan mengerjakan shalat faja seindah mungkin? Ya, di antaranya karena menawarkan keberkahan yang luar biasa.
Adapun keberkahan shalat fajar dapat dirujuk pada sebuah riwayat, Aisyah berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara mengenai dua rakaat ketika telah terbit fajar subuh, dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim No. 725). Dan riwayat serupa juga ditemukan dalam beragam jalur periwayatan, sehingga mendukung kesahihannya.
Secara tersurat dari hadits yang terjemahannya tertera di atas ditegaskan bahwa kebaikan shalat fajar dua rakaat melebihi dunia dan seisinya ini.
Dan secara substantif sejantinya dengan dua rakaat shalat sunnah fajar kita memohon kepada Allah agar dianugrahi kemampuan untuk menundukkan pandangan terhadap dunia ini dan segala isinya. Oleh karenanya ketika hati tidak dunia (harta, tahta dan wanita/pria) oriented, maka sejatinya itu lebih utama, yang keutamaannya akan mengantarkannya kepada rasa bahagia (baca surga).
Oleh karenanya sebagai langkah konkret, kini mari kita segera bangun untuk menjemput karunia Allah ta'ala, guna menyucikan hati kita, mengasah akal budi kita, menyehatkan fisik kita. Pastikan segera bersuci, mengambil air sembahyang; mengenakan pakaian indah yang kita miliki untuk "sowan" menghadap pada Allah melalui shalat malam (baca setidaknya shalat syukrul wudhu, shalat tahajud ditutup shalat witir).
Sembari menanti datangnya fajar siddiq kita gunakan untuk memperbanyak dzikir, tilawah Qur'an, bermunajat kepada Allah memohon ampunan dan berharap agar Allah memberi hidayah kepada kita sehingga fisik kita sehat wal afiat, rezeki melimpah, ilmu dan hikmah meluas, dan hati senantiasa bersyukur.
Seusai adzan berkumandang kita mengerjakan shalat sunah fajar dua rakaat sebagai sunah sebelum shalat subuh dan dilanjutkan shalat (fajar) fardhu subuh berjamaah, sehingga hati kita dapat "mengatasi" dunia ini beserta isinya. Aamiin ya Rabb
Tags:
Muhasabah Harian