Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 5 Rajab 1443
Keberkahan Shalat Ashar
Saudaraku, orang-orang Islam selalu dalam keberkahan ketika mampu memanfaatkan waktu sebagaimana telah diingatkan dalam muhasabah yang baru lalu, bukan berarti tanpa godaan dan ujian. Di antara godaan dan ujian terberat terjadi pasa waktu subuh dan ashar. Apalagi mafhum mukhalafah dari pernyataan di awal paragraf ini adalah semua orang dalam kerugian, yakni ketika tidak mampu memanfaatkan waktu.
Diceritakan bahwa dahulu orang Arab jahiliyah biasa bersantai di waktu ashar, sehingga menjadi lalai dibuatnya Mereka bercengkerama dan bercanda dengan sesamanya, bahkan hingga saling menyinggung dan akhirnya terjadi perselisihan dan permusuhan. Karena sebab inilah, mereka pun mengutuk waktu ashar. Maka Allah menurunkan surat Al-Ashr kepada Nabi Muhammad saw untuk memberikan peringatan bahwa bukan waktu ashar yang salah tetapi merekalah yang salah. Manusia akan berada dalam kerugian selama tidak dapat memanfaatkan waktu. Agar tidak merugi, maka harus pandai-pandai memeneg waktu, di antaranya untuk meningkatkan iman, beramal shalih, berwasiat kepada kebenaran dan kesabaran.
Allah berfirman, yang artinya Demi masa (ashr). Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Qs. Al-'Ashr 1-3)
Apa makna tersirat dari normativitas yang terjemahannya tertera di atas? Di antaranya adalah melimpahnya keberkahan yang tersedia di waktu ashar, makanya hanya orang beriman, beramal shalih, berwasiat kepada kebenaran dan kesabaran saja yang mampu merengkuh keberkahannya. Sementara lainnya merugi, seperti orang-orang yang lalai karena terus ngrobrol ke sana kemari; orang-oranh yang dininabobokkan dengan permainan-permainan duniawiyah; orang-orang yang disibukkan dengan rapat atau meeting yang padat sehingga lupa akhirat; atau lalai dengan olah raganya atau dengan nafsu syahwat lainnya.
Ya pada waktu ashar tiba, sebagai orang beriman, pasti akan berusaha untuk bersegera bersimpuh di atas sajadah menunaikan shalat ashar. Yakni shalat fardhu yang terdiri dari empat rekaat pada sore hari, saat bayangan benda dengan bendanya sama ketika diterpa matahari sampai terbenamnya mentari.
Coba kita pikirkan sejenak! Subhanallah!, betapa agung cintakasihnya Allah kepada kita umatNya. Di saat terjadi perubahan situasi kondisi dan suhu udara dari panas menyengat menjadi redup menjanjikan, Allah memberi titah penunaian shalat ashar agar kita senantiasa eksis dalam setiap perubahan. Nah tanda eksis itu ada atau hadir, kita sowan di haribaan Ilahi melalui shalat ashar. Setelah eksis, tentu kita mampu menapaki bahkan menyongsong masa depan yang gemilang meski sarat kegelapan sekalipun. Bukankah ini keberkahan yang dahsyat.
Di samping itu keberkahan waktu ashar jelas-jelas nyata ditandai dengan adanya kewajiban shalat ashar. Dan Rasulullah bersabda, “Para malaikat turun datang berganti-gantian kepada kalian pada waktu malam dan siang hari. Mereka berkumpul saat shalat subuh dan ashar. Kemudian yang menjaga kalian di waktu malam naik. Kemudian Allah, yang Maha Mengetahui urusan mereka, bertanya para malaikat tersebut; ‘Bagaimanakah keadaan hamba-hambaKu ketika kalian tinggalkan? Mereka menjawab: Kami tinggalkan mereka ketika sedang shalat dan kami datang juga ketika mereka sedang shalat.” (HR. Muslim).
Kira-kita penjelasannya, dalam durasi harian malaikat tutup buku dan buka buku catatan amal kita di saat subuh dan ashar. Di waktu ashar, malaikat yang bertugas menyertai kita sedari subuh sudah tutup buku untuk kemudian dilaporkan pada Allah. Ini laporan harian, namanya. Dan sebaliknya saat itu (ashar) juga malaikat yang menggantikannya akan buka buku catatan amal untuk memulai mencatatnya hingga subuh nantinya. Begitu seterusnya. Dengan demikian ketika kita menunaikan shalat, maka menjadi representasi bahwa laporan dan catatan amal kita baik semua, sejak mulai buka buku sampai tutup buku kembali dalam kebaikan yang nyata.
Hal ini kalau diperluas, karena hidup manusia itu seperti buku, maka sejak halaman pertama hingga halaman terakhir bertuliskan dengan catatan emas semuanya; mudah dibaca, mahal harganya, dan mulia berliannya serta diakses hanya untul kemaslahatan saja.
Di antara tanda agar istikamah merengkuh keberkahan shalat ashar, sejatinya sudah bisa dimulai dan dinikmati dari sekarang. Maka mari kita segera bangun untuk menjemput karunia Allah ta'ala, guna menyucikan hati kita, mengasah akal budi kita, menyehatkan fisik kita. Pastikan segera bersuci, mengambil air sembahyang; mengenakan pakaian indah yang kita miliki untuk "sowan" menghadap pada Allah melalui shalat malam, dzikir, tilawah Qur'an, bermunajat kepada Allah memohon ampunan dan berharap agar Allah memberi hidayah kepada kita sehingga fisik kita sehat wal afiat, rezeki melimpah, ilmu dan hikmah meluas, dan hati senantiasa bersyukur. Aamiin ya Rabb
Tags:
Muhasabah Harian