Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 19 Jumadil Akhir 1443
Keberkahan Sapaan
Saudaraku, sebagai makhluk sosial, interaksi satu dengan lainnya merupakan keniscayaan. Interaksi antar sesama bisa dilakukan secara langsung atau luring face to face dan bisa tidak langsung atau daring. Karena manusia itu, makhluk berperadaban, maka etika saling sapa saat berinteraksi menjadi amat penting. Mengapa? Ya, karena di antaranya sapaan yang sarat etika bisa mendatang keberkahan tersendiri. Inilah yang melatari tema muhasabah hari ini sehingga dikemas di bawah judul keberkahan sapaan.
Sapaan dari kata sapa yang berarti tegur sehingga menjadi teguran yakni perkataan atau ucapan atau isyarat atau bahasa tubuh yang disanpaikan untuk menyapa atau menegur atau menyebut sesamanya saat bersua atau memulai berinteraksi. Nah, sama-sama menyapa, tapi beda makna. Maka agar memperoleh keberkahan kita taati tuntunan Islam.
Adapun sapaan yang dianjurkan oleh syariat dan sudah melembaga dalam tatanan yang terjaga dalam masyarakat adalah berupa salam. Sapaan dalam bentuk salam menjadi tuntutan masyarakat yang berperadaban. Inilah mengapa Islam sangat peduli tentang ini. Tuntutan menebar salam dan menjawabnya ini, bahkan diperintahkan oleh Allah ta'ala dalam Al-Qur'an .
Allah berfirman yang artinya Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah salamun 'alaikum (Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu)." (QS al-An'am 54).
Para ulama memfatwakan bahwa memberi salam hukumnya sunah muakad sebagai kebajikan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan, sedangkan yang mendengar salam maka wajib menjawabnya. Allah berfirman yang artinya Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)." (Qs. Al-Nisa 86)
Secara makruf, sapaan orang Islam berupa ucapan salam yakni 'assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh' artinya semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan tercurah padamu. Dan lawsn bicaranya atau yang mendengarnya membalas sapaan dengan mengucapkan wa'alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh'.
Dengan demikian, sapaannya yang dilakukan oleh orang beriman itu bermakna berbagi doa keselamatan dan keberkahan antara yang menyapa dan disapa. Luar biasa bukan? Inilah identitas dan kualitas sapaan. Tetapi dalam kearifan lokal yang terpelihara, sapaan dapat menunjukkan identitas suatu komunitas, daerah, atau bangsa. Ada yang mengucapkan selamat pagi, siang, malam. Ada yang mengucapkan good morning, goodnoon, good afternoon, good night atau good evening. Atau sesama anak remaja dengan sapaan "hai, hello, haloo" atau dengan bahasa tubuh lainnya. Di samping itu juga ada yang melakukan sapaan dengan memanggil namanya atau gelar kuniahnya. Ada yang melakukan dengan bahasa isyarat atau bahkan bahasa tubuh. Juga ada yang menggabungkan sapaan satu dengan lainnya, misalnya sudah melafalkan "assalaamu'alaikum" disertai mengangat tangan kanan pertanda menghormati. Atau setelah melafalkan assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh' diikuti dengan ucapan selamat pagi dan seterusnya.
Dalam iman Islam, ketika seseorang menyapa dengan mengucapkan assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh' dan menjawabnya dengan mengucapkan wa'alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh' sejatinya telah saling mendoakan kebaikan. Ternyata doa yang disampaikan kepada sesamanya juga kembali pada dirinya.
Di antara kebaikan yang dimohonkan adalah keselamatan dan keberkahan. Keselamatan itu meliputi segala keadaan dalam baik, sehat wal afiat, lancar sukses dan damai sejahtera. Sedang keberkahan itu semua kebaikan tadi bertambah-tambah, dalam kondisi baik dan terus baik, terus dan semakin sehat wal afiat, selalu lancar dan sukses yang satu disusul sukses seterusnya, dalam keadaan damai sejahtera selalu.
Myara dari keberkahan adalah surga (baca rasa bahagia, saling mencintai, ukhuwah dan kedamaian abadi). Rasulullah saw. bersabda: “Kamu juga tidak akan masuk ke Surga hingga kamu percaya, dan kamu tidak akan percaya hingga kamu saling mencintai. Maukah Aku kutunjukkan sesuatu yang apabila kamu lakukan akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu (apabila bertemu).” (HR.Muslim).
Maha benar Allah dengan segala firmanNya, Rasulullah dengan tuntunannya. Semoga kita meraih segala keberkahan yang Allah sediakan. Aamiin
Tags:
Muhasabah Harian