Keberkahan Pendidikan

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 16 Jumadil Akhir 1443

Keberkahan Pendidikan
Saudaraku, bila secara lahiriyah pangan sandang dan papan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang, maka di antara kebutuhan yang bersifat substantif immaterial yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini adalah pendidikan. Ya benar pendidikan, dan pendidikan yang benar; segala usaha yang mendewasakan, upaya yang mensejahterakan, ikhtiar yang mensurgakan.

Meskipun memiliki makna yang khas, tetapi pendidikan di sini meliputi aktivitas dan proses alih nilai (transfer of values), proses pengajaran, pengasuhan, pemeliharaan dan pemberian keteladan. Oleh karenanya praktik pendidikan dapat ditelusuri sejak pada keberadaan manusia pertama bahkan saat di "surga" dan keluarga pertama di atas bumi ini, yakni Adam dan Hawa serta keluarganya. Oleh karenanya pendidikan sejatinya  merupakan hidup itu sendiri. Ya proses menjalani hidup agar tetap eksis mampu mengemban peran sebagai hambaNya Allah (peran 'abdullah) dan peran sebagai pengganti Allah di bumi (peran khalifatullah).

Melalui al-Qur'an kita mengetahui bahwa Allah sebagai Rabb al-'alamin, Sang Maha Mendidik seluruh alam, mendidik-mengajari hamba-hambaNya mulai Adam hingga seluruh manusia. Allah berfirman yang artinya Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (Qs. Al-Alaq 1-5)

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" (QS. al-Baqarah 31).

Dengan prosesnya yang panjang, manusia menjadi makhluk belajar, makhluk pebelajar, makhkuk membaca dan makhluk terpelajar (berpendidikan), sehingga mampu mengemban peran pengabdian (peran 'abdullah) dan peran kekhalifahan di atas bumi. Inilah di antara keberkahan pendidikan yang pertama dan utama dalam Islam. Bila pendidikan tidak mengantarkan manusia pada perannya sebagai 'abdullah dan khalifatullah, maka sejatinya telah menyalahi bahkan mengangkangi amanah pendidikan itu sendiri. 

Oleh karena itu, di samping harus bermuara pada totalitas pengabdian pada Allah ta'ala, pendidikan yang disekenggarakan oleh manusia juga harus melahirkan tatanan dunia yang adiluhung, berkeadaban dan berkemajuan. Bila seperti ini maka keberkahan dari langit dan bumi seperti yang dijanjikan Allah dalam firmanNya pasti segera kita nikmati. Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.(Qs. Al-A'raf 96)

Keberkahan pendidikan berikutnya adalah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatnya kesejateraan hidup dan tingginya harkat martabatnya. Inilah di antara percikan karunia Allah atas hamba-hambaNya. Allah berfirman yang artinya Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." (Qs. Al-Mujadalah 11)

Di antara indikator kinerja utama terhadap maju berkembanya ilmu juga teknologi dan sejahteranya suatu bangsa adalah ya pada tingginya tingkat pendidikan anak bangsanya. Sejurus dengan ini, tentu juga memengaruhi tinggi akhlaq al-karimah civitas bangsanya.

Dari beberapa keberkahan pendidikan yang disediakan oleh Allah, benarkah sudah dirasakan oleh segenap anak bangsa? Mencermati realitas yang ada, seperti kemajuan ilnu dan teknologi yang masih terjajah, dekandensi moral yang masih terjadi, tingkat kesejahteraan yang masih jauh panggang dari api, tingkat kemajuan bangsa yang masih tersandra, rasanya sudah saatnya  kita bersama-sama mengaca dan mengaca lalu berdoa sembari berusaha agar ditunjukkan oleh Allah pada jalan keridhaanNya. 

Keberkahan pendidikan harusnya segera dapat dirasakan. Mengapa? Ya, karena di antaranya pendidikan itu telah direngkuh sejak kelahiran setiap orang, di sepanjang kehidupan di altar kemanusiaan.

Aamiin Rabb

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama