Keberkahan Bertemu

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 21 Jumadil Akhir 1443

Keberkahan Bertemu
Saudaraku, kita sebagai orang beriman itu senantiasa dalam keberkahan. Seperti yang telah diingatkan dalam muhasabah baru-baru ini, saat kita bertutur kata idealnya menuai keberkahan, saat bertemu saling tegur sapa menyampaikan salam kesejahteraan juga menuai keberkahan dan saat bersama maupun berpisah juga dalam keberkahan. Benar, bukan? Tentu, oleh karenanya untuk muhasabah hari ini ijinkan loen-tuan mengulangkaji tentang keberkahan perjumpaan atau keberkahan bertemu, baik tejadi secara daring (dalam jaringan alias online) maupun apalagi bisa luring (luar jaringan alias langsung face to face).

Di antara keberkahan seorang beriman yang bertemu lalu bersama dengan sesamanya adalah memperoleh perlindungan dari Allah. Adapun haditsnya yang lengkap adalah.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:

اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ

(1) imam yang adil,

وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ

(2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh,

وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ

(3) seorang yang hatinya terikat bergantung ke masjid,

وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ

(4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya,

وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ

(5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Aku benar-benar takut kepada Allâh.’

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ

(6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta

وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

(7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR. Bukhari, No. 1423 dan Muslim, No. 1031)

Berdasarkan normativitas di atas, dipahami bahwa di antara golongan yang akan memperoleh perlindungan dari Allah terutama saat di akhirat kelak adalah orang-orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah. Hebat bukan? Kita bertemu dengan saudara dan atau sesama menuai keberkahan, dengan syarat pertemuan itu fillah, karena Allah di atas jalanNya dan hanya untuk meraih keridhaanNya. Oleh karenanya pertemuan layak disyukuri dan tidak ada pertemuan yang disesali. Jadi semua aktivitas baik pesonal maupun sosial yang dikerjakan oleh orang-orang beriman itu selalu punya makna dan berpahala.

Bertemu dengan saudara sedarah atau sedaerah atau seiman dan atau seangkatan saat belajar, sepermainan saat di kampung halaman, seorganisasi, separtai, sehalaqah, setarbiyah, senasib seperjuangan tentu akan penuh keberkatan ketika didasari dengan niat tulus ikhlas lillah dan fillah, apalagi pertemuan itu terjadi setelah beberapa saat berpisah lantaran tugas atau karena amanah kehidupan yang diemban oleh masing-masing diri.  

Karena ikatan persaudaraan yang kuat, maka saat bertemu dengan saudara lazimnya kemudian saling berbagi cerita dan hal ikhwal tentang kehidupan diri, keluarga juga dakwah dalam agama. Di sinilah kemudian mengkodisikan dan lahir rasa empati dan juga simpati, sehingga bisa saling membantu baik yang sifatnya materiil maupun immateriil

Bertemu lalu bersama juga bisa belangsung selama hidupnya, yakni bertemu jodoh yang ditabalkan dalam aqad nikah mitsaqan ghalidzan yang sakral dan walimatul 'ursy. Bertemu yang kemudian bersama-sama membangun maghligai keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah seperti ini tentu keberkahannya lebih terasa. Bukan saja dapat saling menyalurkan hasrat "bercinta" secara syar'i dan heiginis, tetapi juga dapat meneruskan keturunan, melahirkan generasi Qur'ani yang qurrata a'yun sehingga mampu melahirkan peradaban Islam yang adi luhung.

Adapun pertemuan lain yang berkah dan memberkahi yang diimpikan oleh banyak orang dari kaum muslimin adalah bertemu dengan Nabi Muhammad saw, baik melalui mimpi saat di dunia ini maupun saat  memperoleh syafaatnya di akhirat kelak. 

Dan dalam Islam, pertemuan agung sebagai puncak keberkahan yang didamba dan dirindunantikan oleh orang beriman adalah bertemu dan bersama Allah ta'ala, baik selagi di dunia ini maupun apalagi di akhirat nanti. Di dunia ini setiap orang beriman mendambakan bisa bertemu dan bersama dengan keridhaan Allah ta'ala. Dan di akhirat pertemuan dengan Allah yang dirindukan adalah pertemuan yang berlangsung saat di surgaNya. Karena bertemu dan bersamaNya, maka tidak ada hijab lagi bagi hamba untuk melihat khaliqNya. Insyaallah. Aamiin ya Rabb.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama