Bahagia Safar Tujuan Hidup

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3980
Jumat, 20 Dzulkaidah 1447

Bahagia Sadar Tujuan Hidup
Saudaraku, kesadaran akan tujuan hidup menjadikan langkah tidak mudah tersesat, itulah yang tampak dalam kisah hijrahnya Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya dari Makkah ke Madinah. Ya, dalam sejarahnya, hijrah itu bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perpindahan dengan menetapkan tujuan yang jelas: menjaga iman, membangun peradaban, dan menegakkan risalah Allah. 

Karena tujuan itu jelas, maka setiap langkah menjadi terarah, setiap pengorbanan memiliki makna, dan setiap kesulitan mampu dihadapi dengan kesabaran. Dari sini kita belajar bahwa seseorang yang tahu tujuan hidupnya tidak akan mudah kehilangan arah di tengah perjalanan.

Sebagaimana muhasabah sebelumnya tentang kesadaran terhadap syariat sehingga menaati-Nya, maka hari ini kita diajak menyadari bahwa syariat itu sejatinya adalah penunjuk jalan menuju tujuan hidup yang benar. Syariat tanpa tujuan akan terasa sekadar aturan, namun ketika tujuan hidup dipahami, syariat menjadi cahaya yang menuntun langkah. Di sinilah hubungan keduanya: syariat menunjukkan jalan, sedangkan tujuan memberi arah perjalanan.

Tujuan hidup adalah kompas batin yang menentukan ke mana seseorang akan melangkah. Tanpa tujuan yang jelas, manusia mudah larut dalam kesibukan tanpa makna. Ia berjalan jauh, tetapi tidak tahu menuju ke mana. Ia bekerja keras, tetapi tidak memahami untuk apa semua itu dilakukan.

Kesadaran akan tujuan hidup melahirkan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Seseorang tidak mudah tergoda oleh jalan pintas yang menyesatkan, karena ia tahu apa yang ingin dicapai. Ia tidak mudah iri dengan pencapaian orang lain, karena ia memahami bahwa setiap orang memiliki jalannya masing-masing.

Tujuan hidup seorang muslim bukan sekadar sukses duniawi, tetapi pengabdian kepada Allah dan kemanfaatan bagi sesama. Dunia dijalani dengan sungguh-sungguh, tetapi tidak dijadikan tujuan akhir. Jabatan, harta, dan popularitas hanyalah sarana, bukan puncak dari kehidupan. Orang yang sadar tujuan akan mampu menempatkan segala sesuatu secara proporsional.

Kesadaran terhadap tujuan juga membuat seseorang lebih bijak dalam menggunakan waktu dan energi. Ia tidak mudah terjebak dalam hal-hal yang sia-sia, karena ia tahu hidup terlalu berharga untuk dihabiskan tanpa arah. Setiap pilihan dipertimbangkan, setiap langkah dipikirkan, dan setiap keputusan diarahkan pada tujuan yang lebih besar.

Pada akhirnya, bahagia itu hadir ketika kita sadar ke mana hidup ini akan bermuara. Ketika tujuan sudah jelas, maka jalan terasa lebih terang, meski kadang berliku. Dan ketika tujuan hidup adalah Allah, maka setiap langkah sekecil apa pun akan bernilai ibadah dan tidak akan pernah sia-sia. Semoga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama