Bahagia Sadar Kasih SsyangNya

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3987
Jumat, 27 Dzulkaidah 1447

Bahagia Sadar Kasih SayangNya 
Saudaraku,  sebagai manusia, kita ini bukan siapa-siapa bila tidak karena kasih sayang Allah. Kesadaran akan kasih sayang Allah menjadikan hati selalu memiliki harapan dalam setiap keadaan. Setidakbya inilah yang bisa dipetik dalam kisah seorang lelaki yang berkubang dosa, telah membunuh seratus orang, namun akhirnya diampuni oleh Allah karena taubatnya yang sungguh-sungguh. Dalam hadis sahih, diceritakan bahwa lelaki itu datang kepada seorang ulana dan bertanya apakah masih ada pintu taubat baginya. Sang ulama menjawab bahwa rahmat Allah tetap terbuka, lalu menyuruhnya meninggalkan lingkungan buruk menuju tempat yang lebih baik. Dalam perjalanan menuju taubat itu, ia meninggal dunia. Namun karena hatinya telah benar-benar ingin kembali kepada Allah, maka Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang mendapat rahmat-Nya. Dari sini kita belajar bahwa kasih sayang Allah selalu lebih luas daripada dosa manusia.

Sebagaimana muhasabah sebelumnya tentang keadilan Allah, maka hari ini kita diajak menyadari bahwa keadilan Allah selalu berjalan bersama kasih sayang-Nya. Allah memang Maha Adil dalam memberi balasan, tetapi Dia juga Maha Pengampun bagi hamba yang mau kembali. Karena itu seorang mukmin hidup di antara rasa takut akan dosa dan harapan terhadap rahmat Allah.

Kasih sayang Allah sesungguhnya hadir dalam setiap saat kehidupan manusia. Nafas yang masih diberikan, kondisi diri yang masih sehat wal afiat bisa aktif bergerak, kesempatan untuk bertaubat, rezeki yang dinikmati, bahkan kemampuan untuk beribadah mendekatkan diri padaNya, semua adalah bentuk kasih sayang-Nya. Namun manusia sering baru menyadarinya ketika kehilangan atau ketika berada dalam kesulitan.

Kesadaran akan kasih sayang Allah melahirkan optimisme dalam menjalani hidup. Seseorang tidak mudah putus asa meskipun pernah jatuh dalam dosa atau kegagalan. Ia percaya bahwa selama masih ada kehidupan, selama itu pula ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Dari sini lahir semangat untuk terus bangkit dan tidak menyerah pada keadaan.

Kasih sayang Allah juga tampak dalam cara-Nya mendidik manusia. Kadang Allah menegur melalui ujian, mengingatkan melalui kesedihan, atau menahan sesuatu demi kebaikan yang belum dipahami manusia. Apa yang tampak berat belum tentu buruk, dan apa yang tampak menyenangkan belum tentu baik. Orang yang sadar akan kasih sayang Allah akan belajar melihat hikmah di balik setiap peristiwa.

Kesadaran terhadap kasih sayang Allah membuat manusia lebih mudah menyayangi sesama. Ia tidak mudah membenci, tidak ringan menghakimi, dan tidak cepat memutus harapan orang lain. Karena ia sadar bahwa dirinya sendiri hidup di bawah limpahan rahmat Allah setiap hari.

Kasih sayang Allah juga menghadirkan ketenangan yang mendalam dalam hati seorang mukmin. Ketika manusia mengecewakan, Allah tetap membuka pintu-Nya. Ketika dunia terasa sempit, Allah tetap menyediakan ruang harapan. Dan ketika manusia merasa dirinya penuh kekurangan, Allah tetap memanggilnya untuk kembali mendekat.

Jadi, bahagia itu hadir ketika kita sadar bahwa Allah bukan hanya Tuhan yang Maha Kuasa, tetapi juga Rabb Yang Maha Penyayang. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi ampunan-Nya, dan tidak ada luka yang terlalu berat bagi rahmat-Nya. Maka selama hati masih mau kembali kepada Allah, selalu ada cahaya harapan dan jalan menuju kebaikan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama