Bahagia Punya Skala Prioritas

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Harian Ke-3951
Kamis 21 Syawal 1447

Bahagia Punya Skala Prioritas
Saudaraku, bila dibandngkan dengan alam keabadian, maka sejatinya hidup di dunia ini amat singkat, tahu-tahu hari sudah berganti, pekan berlalu, bulan berganti, tahun pun berganti. Hari-hari terasa padat dengan aktivitas. Bukan karena waktu yang kurang, tetapi karena hati yang belum tertata, terlalu banyak yang dianggap penting, hingga yang paling penting justru terabaikan. Di sinilah makna skala prioritas menjadi penting. Apa sih prioritas hidup kita. Disadari atau tidak, ia yang "menuntun" kita memilah memilih: mana yang utama, mana yang sekadar pelengkap. Mana yang abadi, mana yang hanya sementara.

Sebagai seorang muslim, arah dan prioritas hidup sejatinya telah jelas: ibadah kepada Allah adalah puncak dari segala urusan. Bukan sekadar rutinitas, tetapi sumbu kehidupan. Dari sanalah makna hidup mengalir, dari sanalah ketenangan berakar.

Usia semakin bertambah,  seharusnya ilmu dan amal shalih  juga sehingga hati menjadi jernih dalam memilih. Waktu yang tersedia bukan lagi untuk mencoba segalanya, tetapi untuk meneguhkan yang paling bermakna. Bukan lagi tentang memperbanyak kesibukan dunia yang melenakan, tetapi yang bisa mendukung dan memperdalam kedekatan dengan Yang Maha Kuasa.

Seringkali kita sibuk mengurus hal-hal kecil, namun lalai pada hal yang besar. Kita mudah gelisah ketika urusan dunia terganggu, namun terasa biasa saja ketika shalat tertunda, ketika dzikir dilupakan, ketika Al-Qur’an tak lagi akrab di tangan. Padahal, di sanalah letak kebahagiaan sejati, ketika Allah menjadi prioritas, bukan pilihan terakhir.

Memiliki skala prioritas bukan berarti meninggalkan dunia. Justru dengan menempatkan Allah di puncak, urusan dunia menjadi lebih terarah. Pekerjaan menjadi ibadah, keluarga menjadi ladang pahala, bahkan lelah pun berubah menjadi keberkahan. Hidup terasa ringan, karena tidak semua harus dikejar. Hati terasa lapang, karena tahu apa yang harus didahulukan. Dan jiwa terasa tenang, karena berjalan di atas jalan yang benar.

Hari ini, mari kita bertanya pada diri sendiri dengan jujur: Apa yang paling kita utamakan dalam hidup ini? Jika jawabannya masih dunia semata, maka wajar jika hati sering gelisah. Namun jika Allah telah menjadi yang pertama, maka ketenangan akan datang dengan sendirinya tanpa harus dicari.

Bahagia itu sederhana: ketika kita tahu apa yang harus didahulukan, dan kita setia menjaganya. Sebab pada akhirnya, bukan seberapa banyak yang kita miliki yang menentukan nilai hidup ini, tetapi seberapa tepat kita menempatkan yang paling bernilai. Dan bagi seorang hamba, tidak ada yang lebih bernilai selain mendekat kepada Allah terlebih ketika usia tak lagi muda, dan perjalanan menuju-Nya terasa semakin dekat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama