Bahagia Mendidik Kedisiplinan

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah Tahun Ke-12 Harian Ke-3903
Senin, 6 Ramadhan 1447

Bahagia Mendidik Kedisiplinan
Saudaraku, setelah kita mersyukuri karunia pembinaan kesabaran dalam bulan Ramadhan, maka kita akan menemukan satu buah manis lain yang lahir dari ibadah Ramadhan, yakni kedisiplinan. Bila kesabaran itu menjaga, maka kedisiplinan yang mengarahkan. Kesabaran itu menguatkan, sementara disiplin dapat meneguhkan langkah agar tetap lurus di jalan Allah.

Ramadhan adalah madrasah agung, di antaranya mengajarkan bahwa hidup ini bukan sekadar berjalan, tetapi harus teratur, terukur, dan tertata dan tersistem dalam ketaatan. Dari sahur hingga sahur kembali, dari subuh hingga subuh lagi, semuanya memiliki jadwal yang jelas dan di situlah Allah sedang mendidik kita menjadi pribadi yang disiplin.

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103). Ayat ini menegaskan bahwa ibadah saja diikat dengan waktu, apalagi urusan kehidupan lainnya. Maka siapa yang mampu menjaga waktu shalatnya, sejatinya ia sedang dilatih untuk menjaga seluruh waktu dalam hidupnya. 

Rasulullah saw juga bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini mengajarkan bahwa kedisiplinan bukan pada besarnya amal, tetapi pada konsistensinya. Bukan seberapa banyak kita berbuat, tetapi seberapa teratur kita menjaganya.

Saudaraku, Ramadhan mendidik kita untuk disiplin dalam banyak sisi kehidupan. Pertama, disiplin dalam memasang niat dan meraih tujuan. Ramadhan mengajarkan kita bahwa segala perbuatan kita bergantung pada niat, yakni harus lillah, karena Allah, di jalanNya dan untukNya. Jadi Ramadhan mendidik kita untuk tidak hidup tanpa arah. Setiap amal dilakukan dengan kesadaran dan tujuan: mencari ridha Allah.

Kedua, disiplin waktu. Bangun sahur tepat waktu, menahan diri dari terbit fajar siddiq  hingga waktu berbuka saat mahrib tiba, menjaga shalat di awal waktu. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi latihan mengelola hidup dengan keteraturan.

Ketiga, disiplin ibadah. Ibadah harian terjaga dengan baik, seperti air wudhuk terjaga, shalat fardhu terjaga, tilawah Qur'an terjadwal, dzikir yang terjaga, shalat lail atau tarawih yang tidak ditinggalkan, istirahat terjadwal, bekerja mencari nafkah terjadwal.

Keempat, disiplin menjaga diri. Menahan makan, minum, dan hawa nafsu adalah bentuk disiplin diri yang sangat tinggi. Jika yang halal saja mampu kita tahan, maka yang makruh apalagi yang haram seharusnya lebih mudah kita tinggalkan.

Dalam praktiknya, pendidikan kedisiplinan ini dapat kita wujudkan secara sederhana namun bermakna seperti menyusun jadwal harian Ramadhan: waktu sahur, shalat, tilawah, istirahat, ke kantor atau ke sekolah dan aktivitas lainnya. Juga membiasakan shalat di awal waktu, bukan di akhir waktu. Dan menargetkan tilawah, misalnya satu juz per hari, dan menjaganya dengan konsisten. Di samping itu tentu harus mengurangi aktivitas yang tidak produktif, seperti berlebihan dalam menggunakan gawai bermedia sosial atau hiburan. Dan melatih diri untuk tepat janji, tepat waktu, dan tepat dalam amanah.

Ya, kedisiplinan adalah bentuk nyata dari kesungguhan iman. Ia bukan sekadar kebiasaan, tetapi cerminan dari hati yang terikat kuat dengan Allah. Orang yang disiplin bukan hanya teratur hidupnya, tetapi juga terjaga hubungannya dengan Rabb-nya.

Ramadhan datang bukan hanya untuk dilalui, tetapi untuk diberdayakan agar kita menjadi lebih baik; dari jiwa yang lalai menjadi jiwa yang terarah; dari hidup yang semrawut menjadi hidup yang tertata; dari waktu yang terbuang menjadi waktu yang bernilai.

Maka berbahagialah kita yang mampu menjadikan Ramadhan sebagai sarana mendidik kedisiplinan. Karena sejatinya, keberhasilan Ramadhan bukan diukur dari banyaknya amal semata, tetapi dari seberapa jauh kita mampu mempertahankan kedisiplinan itu dalam kehidupan secara istikamah medki Ramadhan sendiri telah berlalu. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang disiplin dalam ketaatan, istikamah dalam amal, dan teratur dalam menjalani kehidupan menuju ridha-Nya. Aamiin.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama