Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 20 Zulkaidah 1444
Tunaikan Dam Nusuk
Saudaraku, sebagaimana diketahui bahwa pelaksanaan ibadah haji dapat ditempuh dengan tiga cara, yakni haji qiran, haji tamattu' dan haji ifrad. Qiran, yaitu haji dilakukan dengan menyatukan niat haji dan umrah secara bersamaan. Tamattu', yaitu haji yang dilakukan dengan mengerjakan ibadah umrah dulu, kemudian haji. Dan ifrad, yaitu mengerjakan ibadah haji terlebih dahulu, baru umrah. Meskipun berbeda dalam penyebutan dalam istilahnya, namun rukun yang dikerjakan tetap sama. Pelaksanaan haji bagi jamaah Indonesia kebanyakan mengambil haji tamattu', yaitu dengan melaksanakan umrah terlebih dahulu kemudian melaksanakan ibadah haji. Bagi jemaah yang melaksanakan haji tamattu diwajibkan membayar dam nusuk.
Dam secara bahasa berarti darah, adapun menurut istilah yakni mengalirkan darah dengan cara memotong hewan ternak, kambing, unta dan sapi di tanah haram dalam rangka memenuhi ketentuan manasik haji. Dam dibagi menjadi dua. Pertama adalah Dam Nusuk, yakni Dam bukan karena melakukan kesalahan haji tapi bagi orang yang melaksanakan haji tamattu` atau haji qiran. Dan yang kedua namanya Dam Isa'ah yakni dam karena jamaah tidak mengerjakan atau meninggalkan wajib haji yakni, tidak berihram dari miqat, tidak mabit di Muzdalifah, tidak mabit di Mina, tidak melontar jumrah, atau tidak melakukan thawaf wada’. Dam Tamattu` dibayar dengan menyembelih seekor kambing untuk satu orang atau satu ekor unta untuk tujuh orang.
Pada praktiknya, setelah mencapai kesepakatan, kami serombongan berangkat dengan bus di bawah pimpinan Pembimbing Ibadah kloter BTJ O1 disertai dengan tim kesehatan, kami diajak menyaksikan pemotongan hewan (kibas) sebagai pemenuhan dam nusuk. Harga kambing atau kibas berkisar antara 400 RS hingga 550 RS sesuai dengan besar kecilnya. Alhamdulillah rombongan kita memperoleh kibas yang relatif besar-besar.
Setelah sekitar satu jam menyaksikan prosesi pemotongan hewan dam selesai, kami berziarah ke beberapa situs bersejarah. Di antaranya jabal tsur, jabal rahmah di arafah, dan gua hira. Pertama, jabbal tsur adalah tempat persembunyian Nabi dan Abubakar saat hijrah dari kejaran orang-orang kafir quraisy. Setelah aman, Nabi dan Abubakar melanjutkan perjalanannya hijrah ke Medinah. Kedua, jabal rahmah di arafah, tempat pertemuan Nabii Adam dan Ibunda Siti Hawa pasca diturunkannya dari surga ke bumi. Ketiga, gua hira, tempat bertahanutsnya Nabi Muhammad saw tlsetiap bulan Ramadhan dampai diturinkannya wahyu al-Qur'an yang menandai awal kerasulannya.
Semoga semua pengalaman religiustas ini berkah dan memberkahi. Aamiin ya Mujib al-Sailin
Tags:
Muhasabah Harian