Spesial Mempribadi

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 6 Zulhijah 1444

Spesial Mempribadi
Saudaraku, bermilyar umat Islam telah dan akan terus beribadah mengabdi pada Ilahi dengan mengikuti contoh dari Nabi. Kini, sekitar empat jutaan umat Islam dari seluruh penjuru negeri datang memenuhi panggilan Ilahi menunaikan ibadah haji di kota suci. 

Karena memiliki latar, ilmu dan kesanggupan yang beragam dan suasana batin saat mengamalkan ritual ajaran Islam yang juga beragam, maka yakinlah empat juta jamaah yang kini mengerjakan rangkaian ibadah haji di tanah suci atau milyaran sebelum dan sesudahnya nanti, dipastikan juga memiliki pengalaman religiusitas yang beragam, spesial dan mempribadi. 

Ya meskipun tetap ada ilustrasi kesan dan pengalaman umum dari jamaah, misalnya terharu, menangis tersedu, merasa bahagia, bisa khusyuk, ridha, terkabulnya doanya, dan apa yang diamalkan atau bahkan dipikirkan sering dibayar tunai namun yakinlah bahwa yang dialami oleh masing-masing jamaah juga berbeda-beda.

Banyak di antara jamaah yang sejak sampai di Masjid Nabawi, saat shalat apalagi di Raudhah sudah sering sekali tak bisa membendung linangan air mata; ya air mata sejuta rasa, ada air mata haru bahagia, ada air mata rindu, ada air mata taubat atas dosa yang telah dilakukan selama hidupnya.

Belum lagi kering air mata karena Kota Nabi di Madinah sudah harus bersambung di Makkah; apalagi saat melihat Ka'bah pertama, melakukan thawaf, di Multazam, di maqam Ibrahim, di Hijir Ismail, di Shafa Marwah dan di hampir semua tempat di Tanah Haram menyediakan keberkahan yang tiada terkira. 

Ada juga jamaah yang sejak dari kampung halaman jalannya harus dipapah dan atau pakai tongkat sesampai di Makkah dengan berdoa pada Allah dan "berwasilah" sekecil apapun amal ikhlasnya, eh seketika sembuh dan bisa pulang pergi ke Masjidil Haram sendiri tanpa tongkat apalagi dipapah seperti mula. Subhaballah

Lain lagi pengalaman seorang jamaah usai memberikan sepotong kue kepada jamaah yang memintanya,  tak lama sudah ada jamaah yang lain lagi yang memberi paket makanan yang justru jauh lebih banyak dari yang ia berikan sebelumnya. Tak perlu lama, berbagi itu kembali.

Rasa bahagia tak terkira juga dialami oleh jamaah ketika setiap kali secara sembunyi memberikan tip sedekah dengan cara menyalami para cleaning servis yang ditemui. Allah mengalirkan kebahagiaan demi kebahagiaan bagi hamba-hambaNya.

Demikian juga seandainya menjadikan diri sebagai "agen kebaikan" lainnya misalnya membantu sesama, menunjukkan jalan, atau hanya sekedar berbagi tempat shalat dengan cara mengundang jamaah yang clingak clinguk mencari tempat duduk. Bila ia tidak membawa sajadah, maka kita sodorkan sajadah kita, apalagi ia mendapat tempat di atas keramik yang tidak ada hambalnya. 

Begitulah seterusnya, masih banyak lagi yang tak bisa dilustrasi, sekiranya seorang memiliki pengalaman religius yang beragam dalam setiap pengamalan ajaran Islam, maka coba bayangkan bila semua jamaah menuangkan pengalaman keagamaannya dalam tulisan. Subhaballah. Allah berfirman yang artinya Katakanlah, ‘Kalau sekiranya laut menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku maka sungguh habislah laut itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu pula.'” (Qs. Al-Kahfi 109) Maha benar dengan segala firmanNya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama