Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 4 Zulhijah 1444
Pasar "Tanah Abang" di Makkah
Saudaraku, sebagaimana diketahui bahwa ibadah haji hanya bisa ditunaikan di tanah suci, Makkah Al-Mukaramah, di bulan-bulan haji tidak di tempat selainnya dan tidak di waktu selainnya. Puncak ibadah haji terjadi pada saat wukuf di Arafah tanggal 9 Zulhijah.
Umumnya, dalam rangkaian prosesi haji diperlukan waktu tertentu, maka jamaah harus menetap beberapa hari di tanah suci. Bagi jamaah asal Indonesia lazimnya tinggal dan menetap di tanah suci setidaknya 40 hari (8 hari di Madinah dan selebihnya di Makkah). Karena menetap di Haramain setidaknya 40 hari, maka aktivitas memenuhi hajat sehari-hari tidak bisa dihindari.
Meskipun akomodasi sudah dihandle oleh Kementerian Agama RI dengan menempatkan jamaah di hotel-hotel seputar Masjid Nabawi di Madinah dan lalu di seputar Masjidil Haram di Makkah, namun secara umum berbelanja tetap tak terelakkan. Benar, agenda utama memang beribadah, hanya saja di sela-sela kesibukannya para jamaah juga memanfaatkannya untuk berbelanja. Karena dilakukan di tanah suci Saudi Arabia, maka uang yang digunakan juga uang Arab Saudi, yakni Riyal Saudi atau disingkat dengan RS. Akan tetapi yang cukup menggembirakan, ternyata uang rupiah (RP) pun atau Uang Jokowi (maksudnya uang yang berlaku di Indonesia yang kini presidennya Pak Jokowi) begitu mereka menyebutnya juga bisa digunakan, meski sering dilakukan pembulatan 50 ribuan dan seratus ribuan.
Di samping dengan RS, di pertokoan seputar Masjid Nabawi di Madinah dan di seputar Masjidil Haram kita bisa melakukan pembayaran atas suatu transaksi tertentu dengan RP, rupiah, dengan Uang Jokowi. Bahkan di pasar induk seperti di Kakiyah, bagai pasar Tanah Abangnya Makkah, uang RP juga lazim digunakan, bukan saja oleh orang-orang Indonesia tapi juga warga negara lain. Wah, terasa lega juga rasanya uang kita menjadi alat tukar menukar "kedua" setelah Riyal Saudi. Jadi jamaah haji asal Indonesia tidak perlu khawatir uangnya tidak laku. Mungkin yang perlu dikhawatirkan ketika uangnya tidak ada. Karena banyak calon jamaah haji kita yang jauh-jauh hari sejak di tanah air sudah "sibuk" ke money changer untuk menukar atas lebih pasnya membeli RS Riyal Saudi yang relatif lebih mahal ketimbang dilakukan di Arab Saudi sendiri.
Tetapi ya jangan terkejut, bila kita membawa uang segepok misalnya Rp 10.000.000, maka nilainya dalam riyal saudi hanya 2.500 RS. Jadi 1 RS setara dengan RP 4.000-an. Andai membawa uang Rp. 20.000.000 (angka nolnya tujuh), maka hanya 10 lembar uang 500 RS. Coba bayangkan ketika Rp 20.000.000 dimasukkan ke dompet! Pasti akan sangat berbeda dengan yang 10 lembar RS saja, hemat tempat.
Untuk mencapai Pasar Kakiyah dari hotel tempat tinggal di Jarwal Kiswah Tower tidaklah lama. Kita dapat naik taksi ke sana sekitar 15 menit saja dengan biaya 30 RS sampai 40 RS. Pasar Kakiyah dengan empat lantai yang berisi ratusan lapak besar menyediakan beragam pernak-pernik khas Makkah, yang lazim diburu dan diborong oleh jamaah Indonesia untuk oleh-oleh dan kenangan haji.
Meskipun para pedagang di Pasar Kakiyah adalah penduduk lokal Arab, namun sebagian besar dari mereka bisa berbahasa Indonesia. "Lihat-lihat, murah-murah" begitu mereka merayu pengunjung yang sebagian besar memang jamaah haji asal Indonesia. Apalagi, Pasar Kakiyah bagai "Pasar Tanah Abang"nya Makkah menawarkan harga yang miring dan berlaku grosir, tempat para tengkulak membeli barang untuk dijual lagi.
Dan catatannya bahwa di sini dan umumnya di tanah suci terkenal negeri yang aman damai. Rasanya relatif kecil, bahkan nihil dari niat berbuat jahat, semisal mengambil barang atau suatu yang bukan miliknya. Para pedagangnya jujur, percaya sekali pada calon pembeli dengan membiarkan leluasa memilih-milih barang-barang yang mau dibelinya. Bila biasanya pasar itu dekat dengan kejahatan tetapi tidak di sini, di Takiyah di tanah suci. Meski demikian kita tetap harus berhati-hati juga, tidak boleh sembrono, tidak boleh seenaknya sendiri, nanti kena batunya. Semoga kita bijak mengambil ibrahnya. Aamiin ya Mujib al-Sailin
Tags:
Muhasabah Harian