Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 3 Zulhijah 1444
Berbelanja
Saudaraku, lazimnya seluruh jamaah berniat haji ke tanah suci adalah untuk ibadah, maka seluruh perhatiannya saat di tanah suci juga hanya diabdikan untuk ibadah. Tetapi karena umumnya menetap di Haramain setidaknya 40 hari, maka aktivitas belanja tak terelakkan. Oleh karenanya di samping agenda utama untuk beribadah, para jamaah juga memanfaatkannya untuk berbelaja.
Ya, berbelanja kemudian juga menjadi di antara aktivitas penting terutama terhadap barang atau segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya. Meski demikian juga banyak di antara jamaah yang berbelanja untuk memenuhi koper bawaan yang dijinkannya.
Para jamaah berbelanja sejak porsi kecil hingga sangat besar, bahkan ada yang kirim via cargo, berbelanja sesuatu untuk kenang-kenangan maupun oleh-oleh dari tanah suci teruntuk keluarga dan sesamanya di kampung halaman.
Meski oleh-oleh dari tanah suci, bukan berarti barangnya asli dari Arsb Saudi. Oleh-oleh khas Saudi yang paling favorit diburu oleh jamaah adalah air zam-zam. Specialnya air zam-zam ini dapat diperoleh secara gratis di hotel temoat menginap atau di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Oleh-oleh lainnya dapat secara mudah diperoleh baik yang dijajakan di sekitar hotel atau di pasar-pasar di seputar hotel, maupun di pasar-pasar seperti Kakiyah yang amat populis.
Aneka kurma, parfum, susu atau hati unta, kacang almon, kismis, buah zaitu, aneka coklat tersedia sangat cukup di toko-toko atau di pasar. Demikian juga aneka gamis, ragam sajadah, karpet, jubah, gamis, biji tasbih, sprey, barang-barang dari tembaga, akik, pernak pernik mainan dan lain-lain hampir semua kebutuhan hidup tersedia di sini.
Bila kita telusuri catatan sejarah, maka diketahui bahwa Makkah memang merupakan kota perdagangan bahkan taraf internasional dimana arus barang dan lalu lintas orang dari berbagai belahan bumi terjadi di sini. Dan Nabi Muhammad saw sendiri juga seorang pedagang yang amat brilian, pernah bermitra dengan Siti Khadijah yang nanti menjadi isterinya.
Bahkan William Montgomery Watt dalam bukunya The Historical of Muhammad, perekonomian Makkah pada waktu itu sudah relatif maju dan kaya. Begitu ramainya perdagangan itu, Kota Makkah dijuluki sebagai jalur sutra (silk road), di samping jalur laut (sea road) yang melintasi samudra. Ptolemaeus, ahli astronomi dan geografi asal Yunani, menyatakan, pada abad ke-2, Kota Makkah dalam sejarah lama disebut dengan ''Macoraba'' yang amat masyhur.
Dengan demikian Makkah sudah amat familiar sebagai pusat niaga dunia, tempat berkumpulnya pada peziarah dan para pedagang dari berbagai negeri. Maka sekarang tidak aneh bila semua barang dari berbagai negara ada dan dijajakan dengan leluasa di Arab Saudi. Karpet, hambal, biji tasbih dan spring bed dari Cina, India dan Turki atau lainnya, arloji dari berbagai negeri, peci dari bangladesh, hanya contoh kecil. Aneka buah, aneka coklat, aneka emas permata dan oleh-oleh ada semua di sini. Tinggal kita bawa ATM atau uang tunai baik dalam SR Saudi Riyal maupun RP Rupiah agar dapat digunakan untuk transaksi.
Semoga aktivitas kita diridhai oleh Allah ta'ala. Aamiin ya Mujib al-Sailin
Tags:
Muhasabah Harian