Muhasabah 9 Rabiul Awal 1444
Cinta Shalat
Saudaraku, melalui muhasabah yang baru lalu kita sudah diingatkan tentang cinta terhadap ibadah. Nah, dalam Islam, inti ibadah adalah doa. Sebagaimana hadits riwayat Anas bin Malik bahwa Nabi bersabda
اَلدُّعَاءُ Ù…ُØ®ُّ اَÙ„ْعِبَادَØ©ِ
Doa adalah inti ibadah (Hr. Al-Turmudzi No 337) Dan doa yang dilakukan secara formal adalah shalat. Jadi natijahnya, shalat merupakan bukti kecintaan kita pada Allah, kecintaan pada Islam, kecintaan pada syariat, kecintaan pada iman dan kecintaan kita pada ibadat. Inilah latar mengapa muhasabah hari ini diracik di bawah judul cinta shalat.
Cinta shalat mustinya mewujud dalam praktik mempertahankan keistikamahannya, ya ketepatan waktunya, ya durasi saat menunaikannya, ya bilangannya, ya keindahannya, ya kualitas kekhusyukannya. Dan keistikamahan shalat, tentu pada shalat yang fardhu maupun yang sunah. Apalagi shalat sunah dapat memperindah kesempurnaan shalat fardhu.
Secara praktis dalam keseharian, kita dapat mengistikamahi dan mengukuhkannya secara nyata. Shalat fardhu yakni shalat isya, subuh, dzuhur, ashar dan shalat magrib tentu akan diupayakan secara berjamaah sehingga ketaatan pada Allah dapat dipertahankan.
Untuk maksud memperindah bangunan keislamannya, kita dituntun menjemput keberkahanNya melalui penunaian ragam shalat sunah. Di antaranya shalat rawatib yang mengiringi shalat fardhu, sunah syukrul wudhu, tahiyatul masjid, shalat tahajud, shalat hajat, witir, shalat fajar, shalat isyraq, shalat dhuha dan shalat mutlak. Nah, tentang ini kita layak melakukan muhasabah keistikamahannya.
Bila bangunan shalat dapat berproses menyempurna keistikamahan dan keindahannya, maka sejatinya ia telah melembaga menjadi tatanan kemuliaan sehingga hari-hari yang dilalui benar-benar dapat mendulang pahala keberkahan yang disediakan oleh Allah atasnya.
Ditambah lagi, keistikamahan dalam menegakkan shalat menjadi energi positif terhadap keistikamahan penunaian ibadah lainnya, termasuk yang ghairu mahdhah sekalipun seperti baca Qur'an, berdzikir, berfikir, membaca, menulis, mengajar, belajar, bekerja, berolahraga dan aktivitas bermakna lainnya.
Nah, cinta shalat benar-benar musti mewujud dalam keistikamahannya. Bila selama ini belum terealisir, maka kini saatnya memulai dan terus menjaga keistikamahannya sampai Allah memanggil kita untuk benar-benar sowan ke haribaanNya, Yaa Ayyatuhan Nafsul Muthmainnah, Irji'i ilaa Rabbiki raa dhiyatam mardhiyyah, Fadkhuli fii 'ibadi, wadkhuli janaati"
"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan Hamba-hambaKu. dan masuklah ke dalam surga-Ku." (Q.S. Al-Fajr 27-30). Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
Tags:
Muhasabah