Muhasabah 24 Rabiul Awal 1444
Cinta Sunah: Mandi
Saudaraku, meski untuk mati saat menghadap Ilahi bisa sendiri-sendiri, tapi untuk hidup di dunia ini tidak bisa sendiri. Karena tidak bisa sendiri, maka perlu menjalin relasi, komukasi, interaksi dan kolaborasi antar sesama insani. Untuk ini akhlak sosial musti terpatri dalam hati merefleksi di lati dan pekerti hari-hari.
Di samping berbagi sapa (salam), bersalaman, berbagi senyum keceriaan dan berbagi kabar berita sebagaimana telah diingatkan dalam muhasabah akhir-akhir ini, kita juga musti memperhatikan akhkak sosial lainnya. Agar semua momen kebersamaan ini berlangsung harmonis, maka menjaga kebersihan diri juga menjadi di antara kunci.
Dalam Islam, kebersihan diri secara sempurna bisa dilakukan dengan mandi. Apalagi hari ini bertepatan dengan hari jumat, mandi menjadi sunah Nabi yang sangat relevan diingatkan. Hal ini dikarenakan hari Jumat memiliki kekhasan dan keistimewaan bagi umat Islam, yakni diwajibkannya shalat Jumat berjamaah.
Adapun tentang sunah mandi Jumat, terdapat riwayat bahwa Rasulullah saw:
مَنْ أَتَى الْجُمُعَةَ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ النِّسَاءِ فَلْيَغْتَسِلْ وَمَنْ لَمْ يَأْتِهَا فَلَيْسَ عَلَيْهِ غُسْلٌ
“Barangsiapa dari laki-laki dan perempuan yang menghendaki Jumat, maka mandilah. Barangsiapa yang tidak berniat menghadiri Jumat, maka tidak ada anjuran mandi baginya”. (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).
Mayoritas ulama berpendapat bahwa mandi Jumat hukumnya sunah baik untuk orang yang hendak melaksanakan shalat Jumat maupun yang tidak. Maka amaliyah ini dapat dkerjakan oleh semua orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, orang dewasa maupun anak-anak.
Tata cara atau kaifiyat mandi dapat dilakukan dengan niat lalu didahului mengambil air wudhu kemudian mengalirkan air ke seluruh tubuh, menggosoknya, membilasnya hingga benar-benar bersih. Dan dalam praktiknya tentu dianjurkan mengalirkan air dan membasuh anggota badan sebelah kanan terlebih dahulu lalu kiri. Dan diakhiri dengan mengambil wudhu kembali sembari berdoa.
Bila kita renungkan percikan hikmahnya, maka secara vertikal, dengan amaliyah sunah (mandi) tersebut, setidaknya kita sudah berikhtiar menjaga kebersihan dan kesehatan diri sehingga dapat menyempurnakan amaliyah ibadah mahdhah (baca shalat) yang akan kita lakukan.
Adapun secara horisontal, dengan amaliyah sunah (mandi) tersebut, setidaknya kita sudah berikhtiar menjaga kebersihan dan kesehatan diri sehingga dapat menyempurnakan ibadah sosial antar satu dengan lainnya. Dengan kebersihan dan kesehatan diri, interaksi satu dengan lainnya terpelihara dan terhindar dari ketidaknyamanan akibat aroma tak sedap bau badan (BB), aroma keringat, aroma mulut, aroma akibat luka-luka, aroma rambut kumal, aroma kuku karena cemekam dan aroma tak sedap lainnya.
Meski sunah mandi pada hari jumat disebut secara khusus, namun tentu tidak menghalangi bagi kita umat Islam untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri pada hari-hari selainnya. Artinya, bila badan sudah tak nyaman akibat kotor, berdebu, bahkan kepala juga sudah gatal-gatal, maka segera mandi tentu menjadi solusi, tidak harus menunggu hari jumat depan. Apalagi badan yang sudah mengeluarkan aroma tak sedap, sehingga bisa mengganggu suasana saat bersua atau berinteraksi dengan sesama.
Semoga kita senantiasa cinta sunah. Aamiin ya Mujib al-Sailin
Tags:
Muhasabah Harian